Inception

Film ini terkesan sangat berat. Bagi sebagian orang film ini membuat pusing, menguras pikiran, dan sebagian malahan ada yang ketiduran. Dalam penilaian saya, film ini dua level lebih baik dibanding The Twilight Saga : Eclipse. Film ini diproduseri Christopher Nolan, yang juga sebelumnya telah membuat film The Dark Knight. Ada kemiripan konsep dan karakter antara film Inception dengan The Dark Knight. Saya pikir tokoh Cobb pada film Inception memiliki kedalaman karakter yang mirip dengan tokoh The Joker pada film The Dark Knight. Dan satu hal yang menjadi ciri khas karya-karya film besutan Christopher Nolan adalah keunikannya dalam bermain-main di wilayah imajinasi, surealis, pembelokan realitas, dan penyimpangan emosi.

Film ini berkisah tentang seni mendesain, merancang, menjalankan, dan mengontrol mimpi. Inception is “art of mind extraction”. Bercerita seorang ekstraktor pikiran bernama Cobb (Leonardo Di Caprio) bersama 5 temannya yang berusaha menyusupkan sebuah ide sederhana secara emosional kepada Robert Fischer Jr (Cillian Murphy) sehingga Fischer Jr meyakini bahwa ide itu berasal dari alam bawah sadarnya sendiri. Proses penyusupan ide itu dilakukannya melalui media mimpi. Dan teknik itu disebut dengan inception.

Apa sebenarnya inception itu? Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, inception berarti pendahuluan atau permulaan. Inception Report artinya Laporan Pendahuluan. Gitu kalau dalam istilah konsultan proyek. Lalu dalam film ini, apa inception itu? Inception dalam konteks ini berarti sesuatu yang paling dasar dari apa yang pernah kita lihat sebelumnya. Gitu kata Leonardo Di Caprio. Atau kalau kita singgungkan dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud adalah begini. Simund Freud membedah konstruksi pikiran manusia menjadi tiga level. Level satu dinamakan unconscious (alam bawah sadar), level dua dinamakan preconscious (alam prasadar atau alam antara : bawah sadar – sadar), dan level tiga dinamakan conscious (alam sadar).

Unconscious adalah ruang bawah sadar tempat berkumpulnya atau dapurnya gagasan atau ide abstrak dan visi masa depan. Preconscious adalah ruang antara yang bergerak di antara ruang bawah sadar dan ruang sadar. Ruangan pikiran inilah tempat dimana mimpi itu berada. Percikan-percikan ide abstrak yang lepas dari ruang unconscious dan kemudian terjebak di ruang preconscious sebagian akan ditransformasi ke dalam mimpi dan menghasilkan alur cerita yang terkadang tampak paradoks. Lalu conscious yang merupakan ruang sadar akan mengingat sebagian (kecil) kisah mimpi itu, dan ketika kita terbangun, percikan ide itu menjadi semacam inspirasi atau gagasan baru yang mempengaruhi cara pandang, tindakan, dan keputusan-keputusan penting dalam hidup.

Cukup jelas, inception berada di ruang preconscious. Inception adalah perihal pikiran permulaan sebelum pikiran sampai ke alam sadar. Oleh Cobb, pikiran permulaan itu ditanamkan ke dalam mimpi Fischer Jr, hingga sampai pada kedalaman 5 lapis mimpi. Dan ketika Fischer Jr terbangun dari tidurnya, ia merasa ada percikan ide murni yang muncul semacam inspirasi baru – yang kemudian mengubah cara pandang dalam membuat keputusan penting dalam hidupnya.

Jika kesimpulan saya tidak salah, inception adalah kebalikan dari de javu. Kalau de javu adalah melihat sebuah peristiwa di alam sadar seolah-olah kita pernah melihat dan mengalami sebelumnya (entah lewat mimpi atau nyata, entah kapan – dimana). Sedangkan inception adalah melihat dan mengalami sebuah peristiwa di alam mimpi yang nantinya akan mempengaruhi cara pandang dan tindakan di alam sadar.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana mimpi itu bisa diciptakan, dimanipulasi, dan bahkan dikontrol? Disinilah sisi kerumitan itu dimulai. Menjelaskan sesuatu yang absurd dan paradoks itu jelas tidak akan bisa diterima oleh daya nalar siapapun. Tetapi inilah ciri khas Christopher Nolan. Ia selalu menghadirkan sisi absurditas pada setiap film yang dibuatnya, lalu menjejalinya dengan konsep yang lebih rasional, dialektis, dan emosional. Ia menggambarkannya dengan memadukan antara sains, teknologi, filsafat dan logika. Membuat interkoneksi antara dunia mimpi dengan realitas sehingga seolah-olah ‘dua dunia’ itu berada dalam satu scene dan hanya terpisah oleh dinding yang sangat tipis. Dengan adanya visual khas Hollywood yang sarat dengan special effect, dentuman keras, alur yang cepat, kekuatan karakter para pemainnya – menjadikan semua plot cerita dalam film ini cukup menjawab rasa penasaran itu.

Beberapa pesan yang bisa ditarik, terletak pada konsep inception itu sendiri atau saya menyebut di awal sebagai “art of mind extraction”. Bahwa pikiran itu seperti sebuah bangunan yang memiliki sisi arsitektural, konstruksi, material, dan berlapis-lapis. Pikiran bisa diekstraksi dan diurai.. dikenali dimana sisi kekokohannya, dimana pula sisi kerapuhannya – guna menyerap ide murni yang paling dasar. Melalui metode tertentu, kita bisa mengetahui apakah seseorang punya pikiran yang kuat ataukah sebaliknya. Jika ia punya pikiran yang kuat – ia punya peluang untuk mengendalikan dunia. Jika ia punya pikiran yang lemah – secara otomatis ia akan dikendalikan dunia.

41 comments

  1. inception adalah melihat dan mengalami sebuah peristiwa di alam mimpi yang nantinya akan mempengaruhi cara pandang dan tindakan di alam sadar.

    Sungguh, aku tahu ttg inception sekarang.

  2. Menarik sekali sepertinya film ini, dan saya suka sekali dgn tulisannya…terutama soal mimpi dan alam bawah sadarnya…

    Salam hangat dan damai selalu… :)

  3. Gue udah nonton nih..
    Kayanya gw harus nonton sekali lagi, soalnya separoh film gw ga konsen karena hrs ngurusin vaya biar ga ribut. *yoi gw ngajak dia..*
    Tp secara general, tingkat kerumitannya itu memang memaksa kita u/ mikir

    Tp sbnrnya even Eclipse itu bosenin, tp ya ga bs disamakan juga nih dua film Mod. Krn kan beda genre… kejem lu masa dibandingkan begitu. Produsernya aja beda, bintangnya juga beda. :D

  4. Hhaha..kasian ya si Eclipse, disana sini banyak menuai kecaman, terlalu datar kayak sinetron :D

    Tapi film ini emang keren, kemarin liat trailernya di HBO, mantp bener.
    Sayang, belum sempat nonton :D

  5. Review ini bikin saya penasaran pengen nonton filmnya. Film berat itu kadang-kadang malah mengurangi beban pikiran kita, karena bebannya sudah dibagi dengan film yang kita tonton… :)

  6. waah…ini film berat ya?
    kl nonton film2 berat begini, jujur saja sy termsk sekelompok org yg mas mod katakan di paragraf pertama deh, gampang ketiduran krn bosen & ngga ‘ngeh’ dg critanya, hehe

    btw sekalipun sy ga gemar nonton apalgi film2 berat, tp review diatas okey banget lho :)

  7. hmm …. tambah lagi kosakata baru, “inception”. saya belum pernah menyaksikan film ini, mas moudy. entah kapan saya bisa menyaksikannya, hehe … membuat review film seperti ini agaknya butuh keterampilan dan kecerdasan tersendiri, mas. salut dg review-nya.

  8. Dari bahasan diatas, bisa dibilang film ini memang berat untuk dicerna. Mungkin kita harus menonton berulang kali sampai bisa mengerti jalan ceritanya seperti apa. Ditambah lagi tema dari film ini berkisah tentang kekuatan pikiran yang disimpulkan bahwa pikiran kuat atau lemah sekalipun ternyata berpengaruh pada karakter seseorang.

    1. Eh maaf mas…saya komen lagi…cuma mau bailng..“eh saya juga ada ”sudah ya…__________________ deuh nda’ kefenagh lagee

  9. Indah sangat kagum membaca ulasan/review saudara Elmoudy tentang filem di atas. Sepertinya sangat menghayati dan mendalami filem tersebut sebelum mengulasnya. Satu usaha yang Indah namakan kebijakan dalam membuat imaginasi yang mantap bagi memperolehi hikmah disebalik filem tersebut.

    Salut ya. Indah menghargai ide2 bernas saudara. Bahasa yang mantap dan penulisan yang profesional. Kagum.
    Salam penuh keindahan dari Indahkasihku.

  10. lama ga ketemu leonardo ternyata udh setua itu pedahal dlu tetanggaan hehehehe…keren kayanya nih film cari ahhh… :D

  11. hai. salam kenal. menarik sekali anda bisa memberikan ulasannya disini. saya udah nonton. dan sekali nontonpun saya langsung ngerti. film yang sungguh cerdas. seperti yg kita tau christoper nolanpun dulu pernah bikin “the prestige” Hugh Jackman n christian bale melalui trik penyihir yang dikemas apik antara ilusi dan realita. sutradara yang cerdas. sama dgn inception. aku paling suka bagian scene ketika si “arthur” salah satu temen cobb yang memberikan teori paradoks tangga itu. lalu adegan cobb (leonardo) yang akhirnya membuka tabir bahwa dia sendiri pernah melakukan incepsi pada istrinya mall. dan tak kalah serunya pas bagian akhir film penonton disuruh menebak endingnya. apakah si cobb akhirnya bener2 dialam nyata ketemu anak2nya atau hanya ilusi dia karena dibuang dlm teori lingbow. soalnya “gasing” dia pas diputer gak jatuh2.. hehe :_:

  12. Reviewnya keren! :)
    Setujuuu.. akur…
    Tp misuh dikit yah…
    Aku ndak suka endingnya Inception :((
    jalan cerita keren, effect juga mantep..
    Tapi ending? Makjleb :| biking jengkel

  13. jujur, awalnya sy gak tertarik pas suami sy cerita,

    tp pas nonton, sumpah saya jatuh cinta, kuerennnnn,

    saya lbh suka inception drpd film2 romantis, keren banget

    entah knp jg leonardo di caprio slalu memerankan tokoh yg setia, gak di titanic romeo n juliet sm d inception, leonardo slalu jd sosok yg stia sm pasangannya, hehe *jadi tambah seneng*

Leave a Reply

Your email address will not be published.

+ 44 = 49