petani-kendeng

Puisi Petani Kendeng

Petani tua di pegunungan Kendeng
Hanya ingin hidup damai

Mereka hanya berharap
Tempat hidupnya tak dirusak
Mereka ingin mewarisi ke anak cucunya
Sebidang sawah nan hijau

Sawah mereka jaga hingga senja
Agar tanahnya tetap basah
Lahan mereka bajak dan tanami
Agar semilir angin
Menari-nari di hamparan pari

Agar bisa menghasilkan panen
Padi dan jagung untuk makan
Untuk biaya sekolah anak-anaknya

Pegunungan Kendeng
Tidak saja menjadi bunda bumi
Yang menghidupi keluarga tani

Pegunungan Kendeng
Adalah penyangga dan pelindung
Bagi alam dan manusia yang hidup di bawahnya
Bagi masyarakat Pati, Rembang
Grobogan, Blora dan Tuban

Pegunungan Kendeng
Adalah penyangga dan pelindung
Pelindung
Dari amukan badai dan terjangan banjir
Penyangga
sumber mata air dan sumber kesejukan
Di atas tanah yang berkapur

Pegunungan Kendeng
Juga warisan leluhur nenek moyang
Sejak zaman Majapahit
Kerajaan Demak, Jipang dan Pajang
Juga Kerajaan Mataram

Ada tapak spiritual Islam di tanah ini
Makam Nyai Ageng Ngerang di Tambakromo
Makam Syeikh Jangkung di Kayen
Makam Sunan Prawoto di Sukolilo
Yang menjadi pertanda Ilahi

Bahwa di tanah ini
di Pegunungan Kendeng ini
Adalah tempat hidup leluhur kami

Yang tak kan pernah mati
Yang menjaga jiwa kami
Tetap menyala dan hidup
Dalam kearifan hati nurani

Mereka hidup dalam keabadian
Bersama pegunungan Kendeng

Dengarkanlah lirihan hati kami
Wahai penguasa negeri ini

Jangan usik alam kami
Jangan hancurkan kehidupan kami

Pergilah
Wahai Pabrik Semen
Dari tanah pegunungan Kendeng

Sebelum kami dan alam raya
Habis kesabaran

Sebelum Tuhan Semesta Alam
Murka kepadamu

—–
karya
anak pegunungan kendeng
—–