Kamu Aku

Untuk kesekian kalinya, Xulian lepas kendali. Dia sudah kehilangan nalar sehatnya, tatkala angin mulai menerbangkan tubuhnya. Apa yang telah ia niatkan, saat ini benar-benar terjadi. Xulian tetap ingin menemui Kreyza  Kailani. Walaupun hukum alam telah mentasbihkan, bahwa Xulian tidak boleh menyentuh sehelai rambut pun seorang perempuan yang bernama Kreyza Kailani. Tapi dasar Xulian, hasratnya yang menggebu menutupi matanya, nafsu  itu

Continue reading »

Lari-lari plus Meditasi di Senayan

Week end yang sempurna… …… Mandeg. Buntu. Lagi… Apa  Mod? Kamu mau nulis apa seh? Kenapa? Gak ada ide? Bukannya mo nulis topik  pake judul di atas? Kenapa ? Kamu udah gak bisa nulis? Pikiranmu kemana? Buruan nulis, keburu weekend lewat neeh? Apa yang terlintas di pikiranmu, tulis… tulis Mood? Ntaaah… berat rasanya. Weekend yang sempurna. Sebenarnya seh gak sehebat

Continue reading »

Bidadari Kesunyian

Kreyza Kailani. Panggil saja namanya Kreyza. Terkesan agak maskulin, sedikit feminim. Seorang perempuan yang datang secara tak tepat pada seorang anak laki-laki bernama Xulian.  Pertemuan diantara mereka yang singkat, pada sebuah kastil di sebuah perkampungan kecil – menyisakan sengatan rasa pada jiwa Xulian. Bagi Xulian, pertemuan itu mengingatkannya pada pertemuan sakral  antara dirinya dengan kehidupan, di saat dia terlahir ke

Continue reading »

Mabook Mudik, Mabook Cinta dan Facebook!

Bingung mau nulis apa. Buntu… Pikiran rasanya sudah males untuk merangkai deretan kata yang enak tuk dibaca. Suasana seperti sekarang ini, justru membuat gelisah. Antara puasa, mudik, lebaran, angpao, tabungan, capek, seneng, haru, sedih… aaarrgggghhh. Campur aduk gak karuan. Satu sisi, puasaku harus tetep terjaga dengan baik, malamku harus bisa lebih hidup. Eii… sisi lain, musti persiapan mudik, nyari tiket,

Continue reading »

Ziarah Cinta : Menelusuri Jejak Sang Pencari

Kali ini, aku membaca buku diary seorang perempuan bernama Maria. Buku ini kuperoleh secara tak sengaja,  tergeletak di Gramedia, beberapa waktu yang lalu saat menghabiskan waktu –  sekedar untuk menunggu jam tayang film di XXI. Dan beginilah kisahnya…. “Roller Coaster, seperti inilah hidupku. Hidup adalah permainan berdesing yang cepat memabukkan. Yah.. aku akan merasa terperangkap dan mual, takut di setiap

Continue reading »

Belajar Sufi bareng Anand Krishna

Malam jumat (sehabis taraweh), Ramadhan keenam – di padepokan Thaha. Malam itu, biasa saja. Tidak ada yang terlalu spesial. Bahkan sangat biasa, dibanding biasanya. Lantas datanglah Anand Krishna di kerumunan kami, yang memang dari tadi kami menanti kedatangannya. Beberapa saat setelah duduk di sofanya yang empuk, Anand memulai pembicaraannya dengan kisah seorang Sufi dari India, Al Kabir namanya. Sudah 3

Continue reading »

Apa Pentingnya Puasa?

“Apa pentingnya puasa?” tanyaku kepada sobatku, namanya Abdul. Abdul ini adalah sobatku yang baik, setengah bijak, lugas, dan cukup punya wawasan luas.  Sore ini, dia datang bersilaturrahmi ke rumahku untuk berbuka puasa di hari pertama. Seperti biasa, disini aku selalu berperan sebagai sosok yang dungu. “Heh, apa pentingnya puasa?” tanyaku sekali lagi. Abdul pun menyaut enteng, “puasa akan membuat hidupmu

Continue reading »

Mimbar Seribu Harapan, untuk Indonesiaku

Kemarin, 16 Agustus 2009 pukul 06.25. Saat itu saya sudah sampai di stadion senayan. Awalnya saya berencana untuk mengikuti senam meditasi falundafa. Tapi entah kemana, tempat yang biasanya mereka pakai senam meditasi, ternyata kosong. Kemana mereka? Saya sudah begitu antusias datang ke sini, bangun pagi-pagi.. teman-teman saya ini malah ga kelihatan satu batang hidung pun. Instingku mengatakan kalau mereka latihan

Continue reading »

Refleksi 29 : dalam Sebuah Titik Nadir

Konon dahulu kala, lahirlah seorang bayi di sebuah perkampungan kecil nan sepi. Tepatnya 29 tahun yang silam. Bayi itu tak jauh beda dengan bayi yang lain. Ia menangis, merengek, tertidur pulas, kemudian menangis lagi. Entah apa yang ia rencanakan saat pertama kali hadir di muka bumi ini. Yang pasti, 29 tahun itu telah ia lewati. Banyak jalan yang telah ditempuhnya.

Continue reading »

G.I. Joe : The Rise of Cobra

Fantastis. Saya memberi skor 10 buat film ini – dua level di atas film transformers ). Hampir secara keseluruhan – adegan, visual effect, dan gadget yang dimunculkan dalam film ini memiliki kemiripan dengan film transfromers. Tapi film yang satu ini – jauh lebih matang, eye chatching, dan didukung dengan teknologi berat yang super canggih. Satu hal yang tak terlupakan adalah

Continue reading »