katak
08.09.2013 | 10,442 views

Empat ekor kodok berjongkok di atas balok yang mengambang di tepi sungai. Tiba-tiba balok itu terseret arus dan mengalir terus. Kodok-kodok itu merasa sangat senang dan girang, karena mereka belum pernah berlayar sekali pun.

Suatu saat kodok pertama membuka percakapan, ujarnya, “Balok ini sungguh mengagumkan. Ia bergerak seakan-akan hidup dan memiliki tujuan yang pasti. Tak ada balok seperti ini. Sungguh pengalaman yang menakjubkan.”

Kodok kedua menyela dengan nada meremehkan, “Tidak kawan, ..tidak. Kamu salah. Balok ini seperti balok-balok yang lain. Ia tidak bergerak. Yang bergerak adalah air sungai ini, yang mengalir menuju lautan. Air inilah yang membawa kita bersama balok ini.”

Kodok ketiga pun tak ingin ketinggalan. Ia geleng-geleng kepala dan kata-kata penuh falsafah meluncur dari mulutnya,” Bukan….bukan. Kalian terlalu dangkal karena hanya melihat sisi luar saja. Kalian tentu salah mengerti. Bukan balok dan bukan pula air sungai yang bergerak. Tapi, yang bergerak adalah pikiran kita. Tanpa pikiran, tak ada yang dapat bergerak.”

Mereka bertiga lalu saling padu, saling memojokkan demi mempertahankan pendapatnya masing-masing. Ketiga kodok itu pun saling pandang…seolah ada keraguan di mata mereka. Lalu berantem lagi dan pertikaian silang pendapat semakin keras dan tidak terkendali. Tak mungkin ada kata kesepakatan yang bisa dicapai.

Kemudian, mereka memandang kodok keempat, yang hingga saat itu hanya diam di sudut balok, menyimak dan memperhatkan saja…menahan diri mungkin. Ketiga kodok itu memintanya untuk memberikan pandangan. Siapakah di antara ketiganya yang paling benar.

Kodok keempat itu pun berdiam diri, nafasnya ditahan dan memandang ke arah langit. Dengan segala kepolosan, kodok keempat pun berkata, “Kalian semuanya tidak ada yang salah. Yang bergerak adalah balok ini, air sungai ini, dan juga pikiran kita. Ketiga pendapat kalian benar semua!”

Ketiga kodok itu pun menghela nafas. Mereka saling pandang, tidak mengerti dengan perkataan yang baru saja dikatakan kodok keempat. Tanpa pikir panjang, ketiga kodok itu geram dan mendorong kodok keempat hingga terjatuh dari balok dan tercebur ke dalam sungai.

1000 % Kahlil Gibran.

Comments

tenga

wah bagus banget ceritanya,, inspired

Sep 12.2013 | 01:34 pm

sadrach

nice

Sep 14.2013 | 08:56 am

desain stand pameran

masih penasaran dengan akhir si kodok ke empat. lalu apa yang terjadi dengan ketiga kodok yang mengapung di balok?

jadi penasaran. haha

Sep 17.2013 | 12:55 pm

wi3nd

sentilan sentilun khasnya imauw :)

Sep 26.2013 | 03:53 pm

AnandaFX

Si kodok ke-empat yang malang.. karena ketiga temannya yang berpikiran sempit.

Tapi apa hubunganya cerita kodok dan kertas putih???

Pikiran sempit dan ego kah maksud 2 cerita di atas?

Sep 27.2013 | 12:45 pm

fathoni

keren ceritanya om, nice share…

Sep 28.2013 | 05:25 am

sukses dengan amal

salam sukses selalu

Oct 02.2013 | 09:13 am

Jelly Gamat Gold G

cerita yang sangat bagus thanks,…..!

Oct 06.2013 | 10:06 am

ruly400000111

ceritanya, siiip.

Oct 06.2013 | 04:47 pm

objek wisata indonesia

gan, cerita ini ngarang sendiri ya….

Oct 07.2013 | 09:24 am

hotel murah di senggigi

menarik banget cerita kodoknya gan….

Oct 07.2013 | 09:26 am

gili nanggu sekotong

keren gan ceritanya, terima kasih…

Oct 07.2013 | 09:28 am

Bimbel Online

kodok keempat lebih baik karena mencoba mencari solusi terbaik ,,seharusnya pemerintah kita jg bisa mencari solusi terbaik untuk masalah yang melanda negri kita

Oct 07.2013 | 11:36 am

hanari

Bukankah sudah semestinya kertas putih didisi dengan tinta hitam,,

Oct 10.2013 | 10:56 am

Zizy Damanik

Tidak selamanya mencoba menjadi penengah itu diakui. Malah seringnya dianggap tidak punya pendapat dan cari selamat saja.

Oct 20.2013 | 06:18 pm

Siti Fatimah Ahmad

Assalaamu’alaikum wr.wb, Elmoudy…

Kisah yang mencerahkan untuk memikir sama apakah yang terkadung dalam pendapat 3 kodok tersebut dan kenapa kodok keempat menyetujui semua pendapat tersebut.

Menurut saya, kodok keempat ingin menyuarakan yang sepatutnya bergerak untuk belayar di sungai itu adalah diri mereka sendiri bukan setakat menumpang balok, sungai atau fikiran.

Jika diperhatikan, semua makhluk Allah SWT mengerti apa yang berlaku di sekelilingnya. Hanya manusia sahaja yang buat tidak tahu.

Posting yang mencerahkan. Semoga sukses.
Salam dari Sarikei, Sarawak. :D

Oct 24.2013 | 02:41 pm

free download

Bagus-bagus Ceritanya gan…ditunggu Update terbarunya ya…salam kenal!!

Nov 02.2013 | 06:08 pm

akangeka

wow keren nih ..

Nov 03.2013 | 12:06 pm

Fauzi Bagus

wah unik gan critanya :) juga lucu cz bahas kodok hahaha :D

Dec 02.2013 | 11:38 pm

kopisusu

andai kita tidak mau membuka diri, kita tidak akan belajar apa2 .. begitu ya, dok? ;)

Jan 08.2014 | 03:54 pm

umpan pancing

cerita yang menginspirasi dan memberi motivasi..thank’s mas

Feb 10.2016 | 10:01 am

Leave a Reply

Your email address will not be published.

+ 88 = 96