Keledai yang (ga terlalu) Malang

Terkisah di negeri dongeng yang agak populer tapi sedikit dilupakan, ada seekor keledai yang seperti biasa berjalan dengan santai dan gontai..sesekali berjingkrak sambil bernyanyi-nyanyi. Keledai yang penuh semangat.. penyabar.. murah senyum.. dan tentunya tetap dungu. Mungkin mirip dengan keledai..sahabatnya Shrek di film Shrek itu. Heey…kenapa keledai jadi bintang film juga? Sepertinya keledai dan Shrek akan terus bermain film sekuel yang ga ada abisnya. Ini terdengar sedikit aneh..kalau keledai itu sangat populer ternyata, tapi ya sudahlah. Aku sedikit kehilangan alur dengan kisah keledai yang mau aku dongengkan. Okey..kita mulai lagi dari awal.

Di suatu sore menjelang senja, keledai itu sudah diperingatkan sahabatnya kalau di depan sana ada kubangan sumur yang telah digali oleh orang-orang. Dalamnya beberapa meter. Keledai itu tertawa seolah ia menertawakan dirinya sendiri..karena sahabatnya yang terlalu sering ngerjain dan juga menertawakannya. Kali ini dia tak akan percaya dengan perkataan sahabatnya dan malah sambil berjingkrak-jingkrak berlari ngeloyor begitu saja. Atas berkat kedunguan dan keberaniannya yang egois itulah…keledai itu jatuh dan terjerembab benar di kubangan yang cukup dalam. Sahabatnya sudah ga ada entah dimana. Kakinya serasa patah..dan kepalanya kecedot hingga kayak mau pecah.

Keledai yang malang..udah dungu, bodoh lagi. Ia hampir ga percaya gimana ia bisa begitu bodoh, ada kubangan di depannya tapi ia ga melihat. Apa karena kakinya yang terlalu lincah..atau matanya yang terlalu jauh memandang ke depan, sampe-sampe lubang di depan mata ga liat. Bener-bener..bodoh. Tapi ya sudahlah..jangan terlalu menyalahkan keledai itu. Ia sudah ga bisa berpikir lagi tentang sebab musabab kedunguannya atau sebab musabab keterjatuhannya. Kali ini…ia benar-benar ga habis pikir..secara ia udah sulit berpikir. Atau malah ga bisa mikir.

Lama ia mencoba naik  keluar dari kubangan sumur itu..dan semakin kakinya coba naik di tebing-tebing kubangan sumur itu..ia selalu melorot. Ia coba terus..hingga lama ia coba naik..tapi gagal melulu. Ia hampir kehabisan tenaga..ia juga lapar. Sepertinya hari jg  udah mulai malam. “Keledai dungu, kenapa kau tidak teriak saja minta tolooong”. Begitu tiba-tiba suara batinnya berteriak. Ia kaget, oiya..teriak saja. “Tolooooooooooooooonggg”.. gitu teriakannya si keledai.

Kontan saja…ada beberapa orang yang mendengar lengking suara keledai yang cukup keras lengkingannya, dan sedikit parau. Orang-orang langsung berdatangan mengerubungi di atas kubangan sumur yang hampir gelap itu, dan melihat keheranan ada keledai malang yang bersembunyi di dalam kubangan. Dan lega-lah keledai itu, akhirnya ia diketemukan dan ia yakin mimpi buruknya segera berakhir.

Ia lantas melihat ke atas..beberapa orang seperti sedang memegang tali..kayu..sepertinya alat itu akan dipakai untuk menyelamatkannya. Ia sangat girang sekali. Tapi setelah ditunggu-tunggu..ternyata ga ada tali atau kayu yang menjulur ke arahnya.

Pas saat ia lihat lagi ke atas..ia justru melihat bongkahan-bongkahan tanah..bebatuan besar..terjun jatuh bebas ke arahnya. Buughh..gedebag gedebug..buggbungghh… Bongkahan-bongkahan tanah batuan itu menimpa punggungnya, dan ia kagetnya setengah mati. Ia mengumpat habis-habisan dengan tindakan gila orang-orang yang ada di atasnya itu. “Heii…kurang ajar, ini gila. Kalian mau menguburku hidup-hidup” gitu geram si keledai.

Dan orang-orang gila di atas sana itu terus menerus menjatuhkan beban tanah, bebatuan dan apapun namanya…tanpa ampun. Keledai malang itu pun berontak hebat..ia ga terima perlakuan itu. Ia kibaskan punggungnya yang hampir penuh terbenam tanah. Ia berusaha dengan kemarahan yang maksimal untuk mengibaskan apapun beban yang menimpa tubuhnya yang emang udah luka-luka. Bongkahan tanah n batuan yang semula ada dipunggungnya itu pun jatuh lengser ke dasar kubangan..dan begitu seterusnya. Kubangan itu tentunya menjadi lebih dangkal. Tapi keledai ga peduli dengan kedangkalan kubangan itu.

Ia terus kibaskan punggung, kaki, kepalanya.. dan ga peduli apa maunya mereka yang tega-teganya mau membunuhnya. Ia hanya peduli dengan upaya penyelamatan diri jangka pendek. “Aku ga mau mati terkubur hidup-hidup” Gitulah yang jadi slogan hidupnya saat itu. Terusss ia bergerak, mengibaskan punggung, kaki, kepalanya..membebaskan diri dari sergapan bongkahan tanah itu. Dan tiba-tiba refleks keempat kakinya meloncat seperti sudah ada di atas tanah..keluar kubangan sumur. Tanpa disangka-sangka oleh keledai tentunya.. kubangan sumur itu hampir penuh terisi bongkahan tanah.

Haahhh…ini ga bisa dipercaya. Ia sudah keluar dari kubangan, dan langsung berlari sekencang mungkin menjauh dari kubangan, dan dari orang-orang yang mau menguburnya hidup-hidup.

Ia berlari menuju semak-semak yang terlihat gelap, dan bersembunyi sambil mengintip siapakah gerombolan orang-orang yang hendak menguburnya itu. Ia pun berpikir, apakah mereka benar bermaksud membunuhnya, atau sebaliknya?

Ia hanya bisa linglung dengan peristiwa yang baru saja ia alami.

(di suatu malam – keledai pun berkontemplasi hingga menyadari, bahwa bongkahan tanah n bebatuan yg berjatuhan menyergap dirinya itu adalah bagian dari proses yg menguatkan jiwanya, yang membantu dan mengarahkannya untuk bisa merangkak naik hingga sampai puncak tujuannya)

y_

34 comments

  1. Hahahaa…
    Mod. Gw kekeh nih baca betapa dungunya si keledai itu.
    Selalu berpikir pendek akhirnya begitu. Padahal orang2 itu berniat menolongnya dengan menimbun sumur…

  2. :D hahaha memang keledai selalu bodoh, tapi untung saja kali ini dia tidak terlalu malang.. berpikir pendek dan mengedepankan emosi dan gak pernah berpikir positif ya bisa jadi keledai tuh :_:

  3. tidak malang,berarti setidaknya keledai itu masih berfikir untuk bagaimana caranya kluar dari kubangan itu,dan berhasil..

    satu hal keledai itu tidak terus terusan dungu,karna sedungu dungunya,ia masih mau berbuat ktika berada dalam situasi itu..

    jadi tidak selamanya keledai itu dungu yah mauw ?
    he he

  4. ckckck aku jadi pengen tau apa memang keledai sedungu itu ya moudy?
    soalnya belom pernah ketemu langsung sama keledai sih hehe
    kasian dia jadinya dijadikan bulan2an :D

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Elmoudy….

    Menurut saya, ada mesej yang terkandung secara tersirat dari perlakuan keldai yang tidak mengenang jasa itu. Kebodohan kaldai yang memangnya ternyata bodoh disebabkan tidak punya akal dan tentunya tidak dapat disalahkan kalau dia memang begitu.

    Tetapi jika dibalikkan kepada manusia yang sudah diingat banyak kali oleh Allah supaya selalu ikut perintah-Nya dan tinggalkan larangan-Nya masih tetap degil dan engkar. Lalu banyaklah manusia terjerumus ke jalan yang sesat dan tersasar. Siapakah yang lebih bodoh, manusia atau keldai ?

    menurut saya, pesan sahabatnya boleh disimbolikkan sebagai pesanan utusan yang mahu menyelamatkannya dari kecelakaan. Wallahu’alaam.

    Saya terkesan dengan reflek disebalik cerita mas Elmoudy di atas. semoga kita bukan kaldai itu.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  6. anda menghadapi sesuatu,berpikir terlebih dahulu,jangan seperti keleday,yang pasrah dan mengandalkan emosi sAJA

Leave a Reply

Your email address will not be published.

85 + = 86