<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>The Mind Extraction ! pergilah kemana hati membawamu</title>
	<atom:link href="http://www.elmoudy.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.elmoudy.com</link>
	<description>The Mind Extraction ! pergilah kemana hati membawamu</description>
	<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 03:59:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Inception</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/inception</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/inception#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 04:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Film]]></category>

		<category><![CDATA[christopher nolan]]></category>

		<category><![CDATA[inception]]></category>

		<category><![CDATA[leonardo di caprio]]></category>

		<category><![CDATA[sigmund freud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[Film ini terkesan sangat berat. Bagi sebagian orang film ini membuat pusing, menguras pikiran, dan sebagian malahan ada yang ketiduran. Dalam penilaian saya, film ini dua level lebih baik dibanding The Twilight Saga : Eclipse. Film ini diproduseri Christopher Nolan, yang juga sebelumnya telah membuat  film The Dark Knight. Ada kemiripan konsep dan karakter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/07/inception.jpg" rel="lightbox[1105]"  rel="lightbox-1105"><img class="alignleft size-full wp-image-1107" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="inception" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/07/inception.jpg" alt="" width="268" height="380" /></a>Film ini terkesan sangat berat. Bagi sebagian orang film ini membuat pusing, menguras pikiran, dan sebagian malahan ada yang ketiduran. Dalam penilaian saya, film ini dua level lebih baik dibanding The Twilight Saga : Eclipse. Film ini diproduseri Christopher Nolan, yang juga sebelumnya telah membuat  film The Dark Knight. Ada kemiripan konsep dan karakter antara film Inception dengan The Dark Knight. Saya pikir tokoh Cobb pada film Inception memiliki kedalaman karakter yang mirip dengan tokoh <a href="http://www.elmoudy.com/freaky-freaky" target="_self">The Joker</a> pada film The Dark Knight. Dan satu hal yang menjadi ciri khas karya-karya film besutan Christopher Nolan adalah keunikannya dalam bermain-main di wilayah imajinasi, surealis,  pembelokan realitas, dan penyimpangan emosi.</p>
<p>Film ini berkisah tentang seni mendesain, merancang, menjalankan, dan mengontrol mimpi. Inception is “art of mind extraction”.  Bercerita seorang ekstraktor pikiran bernama Cobb (Leonardo Di Caprio) bersama 5 temannya yang berusaha menyusupkan sebuah ide sederhana secara emosional kepada Robert Fischer  Jr (Cillian Murphy) sehingga Fischer Jr  meyakini  bahwa ide itu berasal dari alam bawah sadarnya sendiri. Proses penyusupan ide itu dilakukannya melalui media mimpi. Dan teknik itu disebut dengan inception.</p>
<p>Apa sebenarnya inception itu? Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, inception berarti pendahuluan atau permulaan. Inception Report artinya Laporan Pendahuluan. Gitu kalau dalam istilah konsultan proyek.  Lalu dalam film ini, apa inception itu? Inception dalam konteks ini berarti sesuatu yang paling dasar dari apa yang pernah kita lihat sebelumnya. Gitu kata Leonardo Di Caprio. Atau kalau kita singgungkan dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud adalah begini. Simund Freud membedah konstruksi pikiran manusia menjadi tiga level. Level satu dinamakan unconscious (alam bawah sadar), level dua dinamakan preconscious (alam prasadar atau alam antara : bawah sadar – sadar), dan level tiga dinamakan conscious (alam sadar).</p>
<p>Unconscious adalah ruang bawah sadar tempat berkumpulnya atau dapurnya gagasan atau ide abstrak dan visi masa depan. Preconscious adalah ruang antara yang bergerak di antara ruang bawah sadar dan ruang sadar. Ruangan pikiran inilah tempat dimana mimpi itu berada. Percikan-percikan ide abstrak yang lepas dari ruang unconscious dan kemudian terjebak di ruang preconscious sebagian akan ditransformasi ke dalam mimpi dan menghasilkan alur cerita yang terkadang tampak paradoks. Lalu conscious yang merupakan ruang sadar akan mengingat sebagian (kecil) kisah mimpi itu, dan ketika kita terbangun, percikan ide itu menjadi semacam inspirasi atau gagasan baru yang mempengaruhi cara pandang, tindakan, dan keputusan-keputusan penting dalam hidup.</p>
<p>Cukup jelas, inception berada di ruang preconscious. Inception adalah  perihal pikiran permulaan  sebelum pikiran sampai ke alam sadar. Oleh Cobb, pikiran permulaan itu ditanamkan ke dalam mimpi Fischer Jr, hingga sampai pada kedalaman 5 lapis mimpi. Dan ketika Fischer Jr terbangun dari tidurnya, ia merasa ada percikan ide murni yang muncul semacam inspirasi baru - yang kemudian mengubah cara pandang dalam membuat keputusan penting dalam hidupnya.</p>
<p>Jika kesimpulan saya tidak salah, inception adalah kebalikan dari de javu. Kalau de javu adalah melihat sebuah peristiwa di alam sadar seolah-olah kita pernah melihat dan mengalami sebelumnya (entah lewat mimpi atau nyata, entah kapan - dimana). Sedangkan inception adalah melihat dan mengalami sebuah peristiwa di alam mimpi yang nantinya akan mempengaruhi cara pandang dan tindakan di alam sadar.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya, bagaimana mimpi itu bisa diciptakan, dimanipulasi, dan bahkan dikontrol? Disinilah sisi kerumitan itu dimulai. Menjelaskan sesuatu yang absurd dan paradoks itu jelas  tidak akan bisa diterima oleh daya nalar siapapun. Tetapi inilah ciri khas Christopher Nolan. Ia selalu menghadirkan sisi absurditas pada setiap film yang dibuatnya,  lalu menjejalinya dengan konsep yang lebih rasional, dialektis, dan emosional.  Ia menggambarkannya dengan memadukan antara sains, teknologi, filsafat dan logika. Membuat interkoneksi antara dunia mimpi dengan realitas sehingga seolah-olah ‘dua dunia’ itu berada dalam satu scene dan hanya terpisah oleh dinding yang sangat tipis. Dengan adanya  visual khas Hollywood yang sarat dengan special effect, dentuman keras, alur yang cepat, kekuatan karakter  para pemainnya  - menjadikan semua plot cerita dalam film ini cukup menjawab rasa penasaran itu.</p>
<p>Beberapa pesan yang bisa ditarik, terletak pada konsep inception itu sendiri atau saya menyebut di awal sebagai “art of mind extraction”. Bahwa pikiran itu seperti sebuah bangunan yang memiliki sisi arsitektural, konstruksi, material, dan berlapis-lapis. Pikiran bisa diekstraksi dan diurai.. dikenali dimana sisi kekokohannya, dimana pula sisi kerapuhannya - guna menyerap ide murni yang paling dasar. Melalui metode tertentu, kita bisa mengetahui apakah seseorang punya pikiran yang kuat ataukah sebaliknya. Jika ia punya pikiran yang kuat – ia punya peluang untuk mengendalikan dunia. Jika ia punya pikiran yang lemah – secara otomatis ia akan dikendalikan dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/inception/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Twilight Saga : Eclipse</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/the-twilight-saga-eclipse</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/the-twilight-saga-eclipse#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 06:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Film]]></category>

		<category><![CDATA[bella]]></category>

		<category><![CDATA[eclipse]]></category>

		<category><![CDATA[edward]]></category>

		<category><![CDATA[jacob]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Keadaan terlalu gelap untuk melihat hal lain selain segitiga hitam pada pepohonan cemara yang meliuk dan menggeletar akibat tipuan angin. Tapi aku tetap membuka mataku lebar-lebar, mencari bentuk-bentuk lain di tengah badai. Siluet pucat, bergerak bagaikan hantu menembus kegelapan yang hitam pekat.. atau mungkin bayangan samar serigala besar. Tapi mataku terlalu lemah untuk mengamati kumpulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/07/eclipse2.jpg" rel="lightbox[1066]"  rel="lightbox-1066"><img class="alignleft size-full wp-image-1068" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="eclipse2" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/07/eclipse2.jpg" alt="" width="268" height="380" /></a>Keadaan terlalu gelap untuk melihat hal lain selain segitiga hitam pada pepohonan cemara yang meliuk dan menggeletar akibat tipuan angin. Tapi aku tetap membuka mataku lebar-lebar, mencari bentuk-bentuk lain di tengah badai. Siluet pucat, bergerak bagaikan hantu menembus kegelapan yang hitam pekat.. atau mungkin bayangan samar serigala besar. Tapi mataku terlalu lemah untuk mengamati kumpulan bayangan itu.</p>
<p>Tak berapa lama, kemudian tampak gerakan di tengah kegelapan, tepat si sebelahku. Edward menyelinap masuk masuk melalui jendela kamarku yang terbuka, lalu memegang lembut tanganku. Tangannya lebih dingin daripada hujan.</p>
<p>&#8220;Apakah Jacob ada di luar sana?&#8221; tanyaku. Tubuhku gemetar saat Edward meraihku ke dalam pelukannya.</p>
<p>&#8220;Ya, di suatu tempat.&#8221; Jawab Edward.</p>
<p><span style="color: #000000;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span></p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span><br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tak bisa dibantah lagi, Bella dan Edward saling mencintai, tapi dalam hal ini mereka berdua lebih terbuka, mereka lebih sering bicara. Mereka mengizinkan orang lain memasuki hidup mereka sehingga hubungan mereka tidak hanya menjadi hubungan eksklusif. Bella memberi ruang kepada Jacob, dan Edward tidak mempermasalahkan hal itu.</p>
<p>Eclipse jauh lebih gelap dan berbahaya dibanding dengan New Mon. Semua orang terfokus pada satu orang, yaitu Bella Swan.  Musuh-musuh keluarga Cullens bermaksud membunuh Bella, sedangkan Edward dan Jacob mencemaskan keselamatan Bella dan bersekutu berusaha sekuat tenaga menjaganya.</p>
<p>Hal yang cukup pelik untuk dilukiskan, adalah tentang perasaan Jacob yang terus berjuang untuk mendapatkan hati Bella, walaupun Bella sudah memutuskan untuk tidak akan memilihnya dan akan selamanya memilih Edward.  Insting Jacob setajam insting serigala yang tidak pernah salah dalam menangkap pertanda di gelap malam sekalipun. Begitu pula, apa yang dirasakannya itu adalah benar, bahwa Bella sebetulnya juga menyimpan ‘sesuatu’ yang menyala dan itu tertuju pada Jacob. Bella sangat mencemaskannya ketika Jacob harus bertarung melawan sepasukan vampir. Dan ciuman Bella – Jacob waktu itu… adalah klimaks hubungan tersembunyi antara mereka berdua.</p>
<p>Edward cukup dewasa menghadapi kondisi tersebut. Karena Edward yakin dan bisa membaca pikiran Bella, bahwa Bella lebih mencintainya daripada Jacob.</p>
<p>Bella tahu betul jika pernikahannya dengan Edward itu tiba, Jacob selamanya akan membencinya. Pernikahan yang mengharuskan Bella menjadi seorang vampir, dan itu artinya Bella akan menjadi musuh bebuyutan werewolf, termasuk Jacob tentunya. Bella tak ingin itu terjadi, tapi pada akhirnya Bella tetap harus memilih dengan konsekuensi yang sangat sulit. Bella akan menikah dengan Edward, dan tak mempedulikan Jacob lagi sekalipun Jacob akan menunggunya selamanya, hingga ketika jantungnya berhenti berdetak.</p>
<p>Salah satu tema utama dalam Eclipse ini adalah bagaimana cinta tak bersyarat akan diuji. Dan Jacob telah melakukannya dengan baik.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/MTvgnYGu9bg&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;border=1" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="250" src="http://www.youtube.com/v/MTvgnYGu9bg&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><br />
ngeliat klipnya Muse berjudul Neutron Star Collision</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/um6iuwUfEAE&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;border=1" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="250" src="http://www.youtube.com/v/um6iuwUfEAE&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><br />
satu lagi dari Ariana Gillis..suka dg lengking suaranya</p>
<p><span style="color: #808080;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Ditulis sambil ndengerin lagu itu.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/the-twilight-saga-eclipse/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ksatria Cahaya : Revelation</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/ksatria-cahaya-revelation</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/ksatria-cahaya-revelation#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 09:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inner Traveller]]></category>

		<category><![CDATA[ksatria cahaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=1042</guid>
		<description><![CDATA[Ksatria Cahaya mendekatiku dan memintaku untuk duduk bersila dengan tenang. Sepertinya ia tahu, bahwa kekacauan yang telah kutimbulkan belakangan ini.. membuatnya tergerak untuk memberiku beberapa pencerahan guna memulihkan ketenanganku. Ia bertutur bahwa seorang ksatria cahaya perlu mengenali momen keheningan yang mengawali sebuah pertempuran penting.
Keheningan itu, seolah-olah membisiki bahwa benda-benda di alam ini telah berhenti dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/revelation.jpg" rel="lightbox[1042]"  rel="lightbox-1042"><img class="alignleft size-full wp-image-1044" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="revelation" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/revelation.jpg" alt="" width="268" height="380" /></a>Ksatria Cahaya mendekatiku dan memintaku untuk duduk bersila dengan tenang. Sepertinya ia tahu, bahwa kekacauan yang telah kutimbulkan belakangan ini.. membuatnya tergerak untuk memberiku beberapa pencerahan guna memulihkan ketenanganku. Ia bertutur bahwa seorang ksatria cahaya perlu mengenali momen keheningan yang mengawali sebuah pertempuran penting.</p>
<p>Keheningan itu, seolah-olah membisiki bahwa benda-benda di alam ini telah berhenti dan menahan nafasnya. Sang ksatria  mendengar seksama suara keheningan ini dengan tenang, lalu membaca firasat  akan datangnya pergerakan yang tak terduga. Ia tahu bahwa gempa bumi yang hebat, datang setelah situasi hening tanpa peringatan terlebih dahulu. Gelombang pasang tsunami datang meluluhtantakkan permukiman sesaat setelah kesenyapan menyelimuti  daratan. Ia telah menjelajah belantara pada malam hari dan tahu bahwa kebisuan binatang-binatang  malam tercipta, karena marabahaya sedang menuju mendekat ke arahnya.</p>
<p>Ketika orang-orang lain berbicara banyak, sang ksatria berdiam di suatu tempat dan berlatih memainkan pedang cahaya, memaku pandang matanya ke batas langit pada pertengahan malam. Ia melatih kecepatan geraknya untuk melesatkan seluruh jiwanya menembus tirai-tirai kegelapan hingga ia sampai pada perkampungan tempat para ksatria cahaya berkumpul. Melalui keheningan, jiwanya bergerak laksana kilat menangkap setiap pertanda suci yang turun dari langit.</p>
<p>Sang ksatria cahaya bermeditasi. Ia duduk di tempat sunyi dan menyerahkan diri pada cahaya keagungan. Ketika ia melakukan hal ini, ia tidak berusaha memikirkan segala sesuatu, ia menutup diri terhadap pencarian kesenangan, dari tantangan-tantangan yang melelahkan, dan membiarkan saja rahmat dan kekuatannya terwujud dengan sendirinya. Sekalipun kemudian ia tak mengenali dan menyadari keberadaannya, rahmat dan kekuatan ini akan menjaga perjalanan hidupnya dan mempengaruhi pemikiran dan gerak-geriknya sepanjang hari.</p>
<p>Sang ksatria tahu bahwa dalam kediaman hatinya, ia akan mendengar suatu pesan yang akan membimbingnya. Guru Zen-nya berkata, “Ketika engkau merentangkan busur, ada suatu titik ketika engkau merasa seolah-olah tidak bisa bernafas bila engkau tidak membiarkannya terbang sekali saja. Bila engkau terus menerus berusaha membangkitkan saat-saat ketika engkau seharusnya melepaskan anak panah, engkau tidak akan pernah bisa memahami seni memanah. Kadangkala keinginan berlebihan dari pemanah itu sendiri yang meruntuhkan keakuratan dalam memanah.&#8221;</p>
<p>Masih dalam keheningannya, sang ksatria bisa saja kehilangan pikiran dan perasaannya. Ia percaya tidak akan ada yang bisa mengendalikan emosi yang sedang membuncah dalam dadanya. Ia terpaksa menghabiskan banyak malam dan perasaan-perasaan malamnya dimana ia salah satu di antara orang-orang yang lenyap. Ia tak ubahnya seperti sepotong jiwa yang tak berpikir dan membiarkannya mewujud laksana cahaya dan hanya kepingan intuisi yang tersisa. Sang ksatria memahami bahwa intuisi adalah huruf-huruf Tuhan yang terus menerus ia serap, ia perdengarkan melalui suara angin, dan ia tersambung dalam selubung waktu menuju tarian bintang-bintang yang berkilauan di atas langit.</p>
<p>Dalam meditasinya, ia melepaskan anak busur panahnya menuju pusat cahaya.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<span style="color: #ffffff;">&#8230;&#8230;&#8230;</span><br />
60 % diadaptasi dari kitab suci ksatria cahaya, Paulo Coelho.<br />
Tulisan sebelumnya : <a href="http://www.elmoudy.com/ksatria-cahaya-reinforce" target="_self">Ksatria Cahaya : Reinforce</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/ksatria-cahaya-revelation/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kelam Yang Semakin Kelam</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/kelam-yang-semakin-kelam</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/kelam-yang-semakin-kelam#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 08:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Syair Kesunyian]]></category>

		<category><![CDATA[elmoudy]]></category>

		<category><![CDATA[kelam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Huuhh.. hari-hari terasa sangat berat. Sebetulnya bukanlah apa-apa, tapi satu yang bisa kusimpulkan – ada yang salah dengan diriku. Tak seharusnya aku terlalu serius dengan apa yang mengisi ruangan batinku. Tak seharusnya pula aku terlalu berlama-lama untuk tenggelam dalam suasana yang sedikit asing. Tak sepantasnya bahkan, aku berlebihan dalam memaknai segala. Aku harus bisa membalikkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/kekelaman.jpg" rel="lightbox[1020]"  rel="lightbox-1020"><img class="alignleft size-full wp-image-1022" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="kekelaman" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/kekelaman.jpg" alt="" width="268" height="380" /></a>Huuhh.. hari-hari terasa sangat berat. Sebetulnya bukanlah apa-apa, tapi satu yang bisa kusimpulkan – ada yang salah dengan diriku. Tak seharusnya aku terlalu serius dengan apa yang mengisi ruangan batinku. Tak seharusnya pula aku terlalu berlama-lama untuk tenggelam dalam suasana yang sedikit asing. Tak sepantasnya bahkan, aku berlebihan dalam memaknai segala. Aku harus bisa membalikkan cara pandang, bahwa ini semua hanyalah kelincahan dalam menangkap perasaan yang tak terkendali.</p>
<p>Mungkinkah Tuhan sedang menjebakku? Mungkinkah semua bayangan-bayangan misterius bermaksud memalingkanku pada jalan lurus yang sedang kuarahkan. Bagaimana mungkin aku yang pernah terselimuti kekelaman dalam puluhan tahun, memasuki tahap kekelaman baru dengan apa yang kusebut sebagai kehidupan babak kedua. Bisa jadi, pada perjalananku yang hampir memasuki level 30, Tuhan menawarkan babak perhelatan baru untuk menguji ketangguhanku untuk menaklukkan dunia kecilku. Aku berpikir, Tuhan memang sulit ditebak. Dan tak tahu mau-Nya apa.</p>
<p>Sobatnya berkata: Huuuufff… moood mod. Otakmu bisa saja terlalu cepat bekerja melampaui mata dan mulutmu. Karena alasan itulah, pikiranmu terlalu kompleks untuk memahami setiap peristiwa yang sederhana. Kalau kamu mulai sadar dengan kelemahanmu ini, berhentilah untuk menggunakan paradigma maupun logika. Simple saja, semua akan baik-baik saja. Ada atau tidak ada, hasilnya sama. Sekarang, cobalah untuk lebih konsentrasi terhadap hasil akhirnya. Jangan pada prosesnya. Kalau sudah tahu dengan yakin hasil akhirnya, apa yang sedang bergulir itu jangan dijadikan alasan bahwa semua ini hanyalah proses. Kalau itu kesia-siaan, berhentilah berkhayal seolah-olah itu sesuatu yang indah untuk dicapai. Sekarang dengarkan mod, matikan imajinasimu.</p>
<p>Lalu elmoudy menjawab: Tapi dengarkan sobat, aku tak ingin melawan arus yang sedang mengalir. Kutak berharap apapun dari apa yang kujalani. Aku hanya ingin menikmati perjalanan hanyut dalam arus sungai yang kadang terasa menyenangkan, mendebarkan, dan mencengangkan. Bukankah itu yang disebut dengan petualangan? Bukankah ini layak tercatat dalam sejarah peradabanku? Ini sebuah tantangan yang pantas untuk ditaklukkan. Bukan dalam konteks menaklukkan orang lain, tapi menaklukkan perasaan sendiri. Masih kuingat saat aku belajar dari para sufi, bagaimana mereka menaklukkan perasaannya sendiri ketika terbakar dalam api cinta pada Tuhannya. Inilah seni, bagaimana rasa mampu menghantarkan jiwa mencapai langit keabadian. Huff… hentikan bahasamu itu mod. Over accident..</p>
<p>Yaiyaaa… melelahkan memang hari-hari terakhir ini. Aku seperti bukanlah aku. Kurang tidur gara-gara piala dunia. Banyak pikiran akibat khayalan tingkat tinggi. Jarang meditasi.. males ibadah. Banyak bengong mikirin gimana ngusir tikus dari rumah. Sampai-sampai.. jenuh mondar-mandir keluar kota. Hidup kok kayak gini&#8230; bikin pusing setengah mati. Walau aku tahu, ini bukan jalan yang tepat untuk dilalui, tapi aku ingin. Ahh tidak, aku tak berani berkata-kata. Ini salah..tidak, ini hanyalah perasaan yang kacau. Hah.. tapi ini nyata, aku tak berkutik, aku khawatir dengan luka-luka itu. Tuhan, aku kelu.</p>
<p>Hadoohh&#8230; bener-bener pusing aku. Memang, ada yang salah dengan diriku. Aku perlu pertegas, bahwa ada yang salah. Tapi aku tak tahu apa itu. Aku tak tahu apa aku ini. Aku.. ingin kembali menjadi <a href="http://www.elmoudy.com/cacing-itu" target="_self">cacing</a>. Menikmati kegelapan, sambil mendendangkan syair kesunyian. Ough gelap, dekap aku.</p>
<p>Ehh bentar, aku ingin meresapi lagi lagunya Dewa, Mistikus Cinta yang kebetulan melewati gendang telingaku barusan. Sepertinya, aku pernah alami suasana mistikus cinta. Terasa seperti hanyut dalam nyaman. Tapi.. kenapa.</p>
<p>Ketika pertama kali<br />
Jiwamu ingin selalu<br />
Dekat dengan jiwaku<br />
Yang belum bisa<br />
Menterjemahkan segala</p>
<p>Ketika jiwamu<br />
Merasuk ke dalam<br />
Aliran darahku<br />
Dan meracuniku</p>
<p>Ketika jiwamu<br />
Memeluk hatiku<br />
Dan biarkan jiwaku<br />
Cumbui hatimu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/kelam-yang-semakin-kelam/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses adalah Sebuah Pencapaian</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/sukses-adalah-sebuah-pencapaian</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/sukses-adalah-sebuah-pencapaian#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 08:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Komunikasi Visual]]></category>

		<category><![CDATA[sukses adalah sebuah pencapaian]]></category>

		<category><![CDATA[surya 16]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[Orang pikir,
Semua soal pencahayaan sempurna.
Buat saya, ketidaksempurnaan justru unik.
Setiap momen bisa menjadi momen yang tepat.
Dan sebuah objek bisa menjadi cerita menarik.
Saya melihat banyak hal dari sudut berbeda.
Visi itu dan kecintaan berkarya.
Membawa saya mencapai sukses yang luar biasa.
Sukses,adalah sebuah pencapaian.
Surya 16.
Ini kali kedua saya menghadirkan iklan surya 16 ke sini. Setelah sukses dengan iklan sebelumnya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="sukses adalah sebuah pencapaian" href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/surya-16-sukses.jpg" rel="lightbox[976]"  rel="lightbox-976"><img class="alignleft size-full wp-image-978" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="surya-16-sukses" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/surya-16-sukses.jpg" alt="" width="268" height="380" /></a>Orang pikir,<br />
Semua soal pencahayaan sempurna.<br />
Buat saya, ketidaksempurnaan justru unik.</p>
<p>Setiap momen bisa menjadi momen yang tepat.<br />
Dan sebuah objek bisa menjadi cerita menarik.</p>
<p>Saya melihat banyak hal dari sudut berbeda.<br />
Visi itu dan kecintaan berkarya.<br />
Membawa saya mencapai sukses yang luar biasa.</p>
<p>Sukses<span style="color: #ffffff;">,</span>adalah sebuah pencapaian.<br />
Surya 16.</p>
<p>Ini kali kedua saya menghadirkan iklan surya 16 ke sini. Setelah sukses dengan iklan sebelumnya dengan judul Visi Awal Keberhasilan, sekarang iklan dengan judul Sukses<span style="color: #ffffff;">,</span>adalah Sebuah Pencapaian – kembali mengundang perhatian untuk disimak. Statemen yang diangkat oleh copywriter pada iklan ini, terasa enak didengar dan  sarat dengan kekuatan yang menginspirasi.</p>
<p>Iklan ini bercerita tentang seorang anak muda yang memiliki kecintaan berkarya dalam bidang fotografi, desain dan advertising. Pekerjaan itu dijalaninya dengan landasan visi yang jelas, dan dilakukan dengan penuh kesungguhan, sehingga membawanya pada karya-karya yang nyaris sempurna. Dan pada puncak kariernya, dia berhasil menjadi President Director pada perusahaan besar dalam bidang media dan advertising. Sebuah capaian kesuksesan yang layak untuk diresapi.</p>
<p>Pencahayaan yang sempurna memang penting. Untuk menghasilkan foto atau gambar yang bagus, pencahayaan menjadi kunci dalam menangkap setiap detail yang enak untuk dipandang. Tapi terkadang memang, pada pencahayaan yang tidak sempurna bisa menghasilkan karya seni yang unik dan tidak biasa. Pada sisi inilah, saya bisa merasakan bagaimana sudut pandang cahaya dan permainan warna mampu menghadirkan karakter yang kuat, memikat dan mengalir. Menghasilkan narasi tersembunyi pada setiap obyek yang tertangkap. Saya memahaminya, sebuah desain grafis memiliki dua sisi yang saling mengisi, kesempurnaan dan ketidaksempurnaan pada aspek pencahayaan.</p>
<p>Lalu pada filosofi yang lebih dalam - visi itu memberikan arah pada suatu tujuan yang sempurna. Dan siapapun akan berpikir, bahwa kesempurnaan adalah segalanya. Tapi mungkin kita lupa, bahwa kesempurnaan pada hakekatnya merupakan mozaik dan akumulasi dari serpihan-serpihan ketidaksempurnaan. Karena ketidaksempurnaan memang memiliki karakter tersendiri dan yang menjadikan kita itu unik dan beda. Dan dari ketidaksempurnaan itulah.. kita memulai segalanya menuju pada perubahan yang lebih besar. Melalui visi itu dan kecintaan berkarya, membawa kita mencapai sukses yang luar biasa.</p>
<p>Sukses adalah sebuah pencapaian. Disinilah pesan itu kita tangkap. Bahwa, bukan kesuksesan itu sendiri yang menjadi momen yang penting untuk diceritakan. Tapi justru pada momen-momen yang menyertai pada sebuah perjalanan menuju sukses, dan karenanya akan menjadi kekuatan inspirasi bagi siapa pun. Momen dimana perjuangan bangkit dari keterpurukan, momen dimana keteguhan dalam menjalani proses yang penuh pengorbanan, momen dimana ketidakberdayaan mengambil peran dalam mengejar mimpi, momen dimana keterbatasan mampu bertahan dalam terjangan badai. Sebuah pesan, bahwa sukses adalah bagian puncak dari proses yang kita jalani saat ini, suatu saat kelak.</p>
<p>Saya melihat banyak hal dari sudut berbeda.<br />
Visi itu dan kecintaan berkarya.<br />
Membawa saya mencapai sukses yang luar biasa.<br />
Sukses<span style="color: #ffffff;">,</span>adalah sebuah pencapaian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/sukses-adalah-sebuah-pencapaian/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kala Penyair Mati</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/kala-penyair-mati</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/kala-penyair-mati#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 08:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Syair Kesunyian]]></category>

		<category><![CDATA[kahlil gibran]]></category>

		<category><![CDATA[penyair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[Hasratku untuk menelusuri perjalanan si penyair membawaku pada suatu malam yang terlalu kelam untuk dilukiskan. Aku coba meraba, dimanakah suara si penyair yang pada tiap tengah malam mengumandangkan sumpah-sumpah kesunyian. Aku mencium bau anyir darahnya.. dan menangkap pertanda akan hadirnya peristiwa yang beku dan mematikan. Kini, kupertajam lagi pendengaranku untuk meresapi kisah-kisahnya. Dan kisah itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/penyair-mati.jpg" rel="lightbox[962]"  rel="lightbox-962"><img class="alignleft size-full wp-image-964" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="penyair-mati" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/penyair-mati.jpg" alt="" width="269" height="380" /></a>Hasratku untuk menelusuri perjalanan si penyair membawaku pada suatu malam yang terlalu kelam untuk dilukiskan. Aku coba meraba, dimanakah suara si penyair yang pada tiap tengah malam mengumandangkan sumpah-sumpah kesunyian. Aku mencium bau anyir darahnya.. dan menangkap pertanda akan hadirnya peristiwa yang beku dan mematikan. Kini, kupertajam lagi pendengaranku untuk meresapi kisah-kisahnya. Dan kisah itu pun bermula ….</p>
<p>Sayap-sayap yang kelam melingkupi kota, dimana alam membentangkan selubung salju putih bersih di atasnya. Orang-orang telah meninggalkan jalanan dan kembali ke kediaman mereka untuk mencari kehangatan, sementara angin dingin menyelusup seakan hendak merusakbinasakan taman-taman.</p>
<p>Di pinggiran kota, di tepi tebing terdapat sebuah gubug tua yang perlahan-lahan tertutup salju. Dalam sebuah kamar yang gelap di gubug itu terdapat sebuah ranjang tua, di atasnya terbaring seorang laki-laki muda yang tengah sekarat, matanya menatap cahaya suram lampu minyak yang apinya hampir padam tertiup angin. Ia adalah seorang lelaki muda yang merasa pasti bahwa saat-saat damai pembebasan dirinya dari cengkeraman kehidupan semakin dekat. Dia sedang mengharap-harap cemas akan datangnya kematian. Pada wajahnya yang pucat terbesit sinar harapan, di bibirnya terulas senyum kesedihan, dan di matanya tergambar sikapnya yang penuh maaf.</p>
<p>Dia adalah penyair yang mati kelaparan di kota yang kaya nan subur. Dia hidup di dunia fana ini untuk menghidupkan hati para manusia melalui rangkaian kata-katanya yang indah dan mendalam. Dia bagaikan roh mulia yang dikirim oleh Dewi Pengetahuan untuk menyejukkan dan melembutkan hati manusia. Tetapi dengan senyum itu, ia mengucapkan selamat tinggal pada bumi yang gelap ini tanpa mendapatkan sesungging senyum pun dari para penghuni bumi lainnya.</p>
<p>Dengan sisa tenaganya yang semakin melemah, dia angkat tangannya ke arah langit, dia gerakkan matanya yang semakin mengabur, seakan ia ingin menembus langit-langit kamar rumahnya untuk memandang bintang-bintang yang tersembunyi di balik awan.</p>
<p>Dia berkata: Datanglah wahai kematian yang indah, jiwaku tengah merindukanmu. Mendekatlah padaku dan bukalah belenggu kehidupan ini, karena aku telah lelah menyeretnya. Datanglah wahai kematian yang baik hati, bawalah aku dari hadapan para penghuni bumi yang melihatku bagai orang asing karena aku mengartikan bahasa malaikat untuk mereka.</p>
<p>Cepatlah wahai kematian yang damai, bawalah aku dari hadapan orang-orang yang meninggalkanku di sudut gelap pengabaian karena aku tidak menumpahkan darah kaum lemah seperti yang mereka lakukan. Kemarilah wahai kematian yang lembut, rengkuhlah aku di antara sayap-sayap putihmu, karena sesamaku tak menghendaki diriku untuk menyuarakan kebenaran. Peluklah aku wahai kematian yang penuh cinta, biarkan bibirmu menyentuh bibirku yang tak pernah merasakan ciuman dari para kekasih sejati. Datanglah dan bawalah aku, wahai kematianku.</p>
<p>Lalu, di sisi tempat tidur penyair yang sekarat itu muncul seorang bidadari yang memiliki kecantikan gaib yang luar biasa, dengan rangkaian bunga lili di tangannya. Ia memeluk si penyair dan menutup matanya hingga ia tak akan pernah melihat lagi, kecuali dengan mata hatinya. Ia berikan ciuman yang dalam dan lama, lalu dengan lembut melepaskan ciuman itu perlahan. Dan terukirlah senyum abadi yang menggambarkan kebahagiaan di bibir si penyair.</p>
<p><span style="color: #808080;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</span><br />
<span style="color: #808080;">90 % diadaptasi dari buku Cinta, Ketulusan dan Kesunyian, Kahlil Gibran.<br />
Diselaraskan oleh elmoudy</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/kala-penyair-mati/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengen jd Penulis</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/pengen-jd-penulis</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/pengen-jd-penulis#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 04:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Passion 4 Life]]></category>

		<category><![CDATA[Sarah Jessica Parker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Pengennya sih gitu. Tiap kali mampir ke toko buku, satu yang terbetik – kapan ya ane bisa jadi penulis buku. Kok rasanya sudah sangat pengen banget menulis sebuah buku. Tipe ane, kalau gak jadi penulis novel.. ya penulis puisi aje. Sebetulnya ane cukup pede.. mengukur diri seberapa level kah kalau saja ane benar-benar serius menggeluti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/s-and-the-city21.jpg" rel="lightbox[951]"  rel="lightbox-951"><img class="alignleft size-full wp-image-953" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="s-and-the-city21" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/s-and-the-city21.jpg" alt="" /></a>Pengennya sih gitu. Tiap kali mampir ke toko buku, satu yang terbetik – kapan ya ane bisa jadi penulis buku. Kok rasanya sudah sangat pengen banget menulis sebuah buku. Tipe ane, kalau gak jadi penulis novel.. ya penulis puisi aje. Sebetulnya ane cukup pede.. mengukur diri seberapa level kah kalau saja ane benar-benar serius menggeluti pekerjaan yang satu ini. Ane cukup punya modal menulis.. setidaknya blog ini menjadi sarana ane belajar tekun gimana merangkai kata-kata, merasakan feel dari tiap kata, menangkap karakter dari tiap huruf, bikin penyelarasan makna pada satu kalimat, dan sedikit memberikan pembiusan pada tiap paragrafnya. Ane terlalu pede bahkan, untuk mengatakan kalau ane memang terlahir untuk jadi penulis. brrr&#8230;</p>
<p>Tinggal masalah waktu, kapan momen itu bakalan datang. Seperti kata seorang bijak, jadilah seperti bintang di atas langit itu..dibutuhkan satu ledakan dari dalam untuk membuatnya berpijar terang… Dan ane sedang mengikuti nasehat si bijak itu. Mengumpulkan energi dari dalam.. dan suatu waktu.. ledakan dari dalam akan membuatku terkaget-kaget… maksudnya apee?? hehe</p>
<p>Kemaren, ane nonton film Sex and the City 2 – dan pesan yang kutarik darinya adalah, profesi seorang penulis sangatlah menarik. Karena setiap kehidupan yang dilihatnya, akan menjadi cerita menarik dan enak untuk dibaca oleh siapapun. Pribadi seorang penulis.. terasa lebih dewasa dan matang, karena tiap pengalaman hidup bisa menjadi semacam autobiografi.. yang kadang berperan pula sebagai cermin atau apalah yang itu menjadikan momen untuk menguji kematangan pribadi di tengah kegilaan yang mengepung si penulis.</p>
<p>Penulis akan berusaha mengungkapkan sisi kejujurannya. Kalau emang dia sedang bahagia, tulisannya pasti akan menyatakan hal yang sama. Dan kalau dia sedang kacau, tulisannya akan mengeskpresikan kekacauannya. Penulis yang hebat, adalah penulis yang nulis apa adanya. Gak peduli jaga image.. pura-pura baik.. pura-pura pintar.. pura-pura baik-baik saja. Kalau memang lagi payah .. ya saat itulah kepayahannya akan berkisah. Yah.. penulis itu perihal gaya kejujuran dan kepolosannya mengungkapkan dirinya. Gak ada yang namanya berlebihan..atau berkekurangan.. semuanya berada pada takarannya yang tepat.</p>
<p>Cara Sarah Jessica Parker.. maksudnya Carrie Bradshaw (masih di film Sex and the City 2) dalam mengatasi kemelut kehidupannya.. adalah menyendiri dari rutinitas sehari-hari… lalu menikmati kesendiriannya dengan menulis. Sepertinya sangat asyik untuk ditiru, kalau saja ane ada waktu luang 2-5 hari pergi ke suatu tempat yang santai dan mengasyikkan.. katakanlah  mungkin menyewa sebuah vila di Bali… seorang diri. Dan yang akan ane lakukan adalah, menulis sebuah novel. Hmm… kebayang bakalan jadi tuh buku. xixiii&#8230;</p>
<p>Yaaiyaa.. itu hanyalah khayalan ane semata. Iseng-iseng ane berkhayal bolehlah yaa. Ada obsesi ada jalan. Gitu kata iklan starmild. Sukses adalah sebuah pencapaian. Gitu kata iklan surya 16. Hehe… iklan-iklan rokok yang justru memotivasi ane untuk yakin dengan apa yang baru saja ane bicarakan. Dan sepertinya.. hari ini.. jumat kliwon ini.. otak ane setengah error.. ada yang gak beres dengan isi kepala ane. Oh tidak.. ini penyakit lama kambuh lagi.. ane bener-bener sedang tidak normal. Ane terlalu banyak pikiran.. Tuhan, ampuni ane..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/pengen-jd-penulis/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Great Leader</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/great-leader</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/great-leader#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 17:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Passion 4 Life]]></category>

		<category><![CDATA[businessweek]]></category>

		<category><![CDATA[great leader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja membaca majalah BusinessWeek edisi April 2010, dan di dalamnya mengupas tentang kepemimpinan. Great Leader, begitulah kata kunci yang cukup kuat menarik perhatian saya.
Darmadi Durianto menyatakan, bahwa dalam segala hal kita butuh pemimpin. Pemimpin yang bisa mengayomi masyarakatnya, pemimpin yang bisa ditiru jalan pikirannya, pemimpin yang bisa diikuti nilai-nilai spiritualnya.  Jim Collins [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="great leader" href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/great-leader2.jpg" rel="lightbox[940]"  rel="lightbox-940"><img class="alignleft size-full wp-image-942" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="great-leader2" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/06/great-leader2.jpg" alt="" width="269" height="380" /></a>Saya baru saja membaca majalah BusinessWeek edisi April 2010, dan di dalamnya mengupas tentang kepemimpinan. Great Leader, begitulah kata kunci yang cukup kuat menarik perhatian saya.</p>
<p>Darmadi Durianto menyatakan, bahwa dalam segala hal kita butuh pemimpin. Pemimpin yang bisa mengayomi masyarakatnya, pemimpin yang bisa ditiru jalan pikirannya, pemimpin yang bisa diikuti nilai-nilai spiritualnya.  Jim Collins dalam bukunya Good to Great dengan jelas mengatakan bahwa seorang pemimpin harus menjadi ‘Great Leader’, bukan sekedar ‘Good Leader’.</p>
<p>Memang ada beberapa kualitas yang harus dipenuhi oleh seorang Great Leader. Syarat-syaratnya antara lain mereka bisa menjadi pioner, inovator, dan berpikiran kuat. Belajar dari para CEO yang telah sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinan, akan diketemukan bahwa mereka memiliki kualitas yang sangat brilian. Mereka selalu membangun team work yang kuat, suka sekali memotivasi tim, dihormati oleh bawahannya, dan selalu menunjukkan keteladanan bagi siapapun.</p>
<p>Bahkan salah satu karakteristik yang cukup menarik dari para CEO ini adalah karakter keras hati, keras kepala, dan persistensi. Ada kombinasi unik antara keras hati dan rendah hati. Dan hal tersulit yang menjadi syarat seorang Great Leader adalah bagaimana seorang pemimpin bisa membangun legacy, dan kedamaian jiwa untuk disebarkan ke bawahannya.</p>
<p>Kebebasan untuk menjadi diri sendiri.. tidak ada kepura-puraan, rasa lapar untuk terus belajar.. adalah lingkungan yang sangat baik bagi tumbuhnya kaderisasi kepemimpinan. Aspek penting kepemimpinan lainnya adalah menghilangkan rintangan yang menghambat bawahannya. “Tugas saya adalah mengeluarkan batu-batu dari tas ransel para petualang, sehingga mereka bisa berjalan lebih cepat dan lebih jauh”. Begitulah kira-kira filosofi seorang pemimpin.</p>
<p>Sebuah kajian Best Companies for Leadership 2009 mensurvei 20 perusahaan terbaik dalam pengembangan kepemimpinan. Tiga perusahaan terbaik yang memiliki filosofi kepemimpinan yang memikat bagi saya adalah Accenture, IBM, dan General Mills.</p>
<p>“Fokus kami adalah mengembangkan pemimpin berikutnya..  orang-orang dari seluruh dunia yang akan menjalankan berbagai sektor perusahaan kami dalam lima tahun ke depan. Pemimpin yang nantinya akan mencetuskan inspirasi bagi rekan kerjanya dan klien mereka. Kami berusaha mengidentifikasi para pemimpin berpotensi tinggi pada awal karier mereka, memberikan pemahaman lebih terhadap timnya, membantu mereka membangun koneksi-koneksi  penting, menyediakan peluang-peluang inovasi di luar tanggung jawab utama mereka.” Itu adalah folosofi kepemimpinan Accenture.</p>
<p>“Ketika planet bumi menjadi lebih cerdas dan semakin terhubung satu sama lain, keberhasilan setiap organisasi akan bergantung pada keberadaan pemimpin-pemimpin terbaik untuk hari esok, mulai dari jajaran front line sampai pada level eksekutif. Pengembangan kepemimpinan adalah prioritas bisnis yang utama. Kami membutuhkan pemimpin yang mampu memicu inovasi, mewujudkan sukses bagi para klien, serta merangkul peluang dan tantangan pasar global.” Demikian filosofi kepemimpinan IBM.</p>
<p>“Kami percaya bahwa brand yang kuat dan pemimpin yang hebat selalu berjalan beriringan. Dari CEO sampai front line, kami akan terus mendukung pertumbuhan semua pemimpin kami. Belum lama ini, kami meluncurkan sebuah inisiatif bernama Great Manager, yang akan ditempuh selama beberapa tahun ke depan. Program ini bertujuan membangun dasar bagi manager-manager yang tangguh di setiap jajaran. Dalam karir, kami memiliki manager hebat yang telah mendatangkan perbedaan besar kepada kami secara pribadi. Tujuan kami adalah memperbanyak pemimpin-pemimpin semacam itu di lingkungan kami.” Adalah filosofi kepemimpinan General Mills.</p>
<p>Bagaimana dengan perusahaan tempat anda bekerja? Sejauh mana perusahaan anda peduli dengan proses kaderisasi untuk menumbuhkan anda menjadi seorang pemimpin? Ataukah justru sebaliknya, anda tidak diberi kesempatan untuk menjadi diri sendiri, hingga  anda merasa tumbuh dalam lingkungan yang membatasi dan mengkerdilkan potensi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/great-leader/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ainun Habibie</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/ainun-habibie</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/ainun-habibie#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 12:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mengurai Makna]]></category>

		<category><![CDATA[ainun habibie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Siang tadi, kubaca koran Republika. Pada sisi kanan bawah kubaca tulisan seorang kawan bernama Darmawan Sepriyossa. Tulisannya ia beri judul Mata Indah yang Memberi Cerah, berkisah tentang seorang perempuan yang sangat kita kenal belakangan ini. Perempuan itu, Ibu Hj. Hasri Ainun Habibie. Membaca tulisannya itu, serasa ada desiran hati yang muncul tiba-tiba, serasa benar-benar hanyut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a title="Ibu Ainun Habibie dan Bapak Habibie" href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/05/ainun-habibie2.jpg" rel="lightbox[911]"  rel="lightbox-911"><img class="size-full wp-image-913 aligncenter" style="border: 0pt none; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" title="ainun-habibie2" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/05/ainun-habibie2.jpg" alt="" width="570" height="225" /></a>Siang tadi, kubaca koran Republika. Pada sisi kanan bawah kubaca tulisan seorang kawan bernama Darmawan Sepriyossa. Tulisannya ia beri judul Mata Indah yang Memberi Cerah, berkisah tentang seorang perempuan yang sangat kita kenal belakangan ini. Perempuan itu, Ibu <a href="http://www.elmoudy.com/ainun-habibie" target="_self">Hj. Hasri Ainun Habibie</a>. Membaca tulisannya itu, serasa ada desiran hati yang muncul tiba-tiba, serasa benar-benar hanyut dalam suasana yang dalam.</p>
<p>Dan ini adalah sekelumit tulisannya&#8230;</p>
<p>Ibu Ainun, berbahagialah engkau. Tidak banyak istri yang berangkat dengan jemari tergenggam suami terkasih, saat berpulang kepada Sang Kekasih. Tak semua suami bisa berkata tegar, menemukan kesabaran setelah meredam jerit yang kalau melengking pun sebenarnya wajar. Setelah menekan rasa dalam-dalam di dada, kami semua mendengar, langsung atau tidak, suamimu berkata,”Kami sekeluarga rela melepasmu. Kami mencintai, tetapi Allah jauh lebih mencintaimu.” Suaranya parau, tersendat karena kerap tercekat.</p>
<p>Kami tahu, cinta suamimu, juga cintamu kepadanya, tak akan pernah lengkang meski tanah merah segera menghalang. Cinta itu terlalu besar, terlampau dalam untuk diuruk tanah segunduk. Cinta, yang sekian lama telah engkau berdua tunjukkan keagungannya, telah engkau sebar dan ajarkan kepada kami tentang betapa hangatnya.</p>
<p>Catatan para wartawan masih tergores jelas di berbagai media. Usai sebuah seminar,  suamimu mencari-cari keberadaanmu. Ia bahkan menomorduakan aneka pertanyaan wartawan kepadanya saat itu. “Maaf, saya sedang mencari dimana mantan pacar saya. Mana Ainun? Saya belum pernah berpisah dengannya.”</p>
<p>Posisi suamimu terlalu tinggi untuk melakukan hal itu demi publisitas, apalagi basa-basi. Dia mencarimu, mencari buah hatinya. Dan, begitu kami melihat ia menemukanmu, ahh,, rona bahagia segera menyemburat di wajahnya yang mulai  menua. Perasaan apalagi yang dia punya untukmu bila namanya bukan cinta.</p>
<p>Engkau pasti tersenyum dengan kalimat yang polos penuh kebersihan dan naifnya hati itu. Dia, suami ibu, terbiasa lurus dalam berkata-kata. Dalam kalimatnya yang sederhana, ada sabar dan kesadaran akan terbatasnya sikap dan kata-kata untuk mengungkapkan besarnya cinta. Menyerahkan dirimu kepada kasih sayang Allah, tentu setinggi-tingginya ungkapan yang mampu beliau lakukan.</p>
<p>Cintalah yang membuat suamimu rela, bahkan ridha dengan kepergianmu. Kami mencintaimu, tapi Allah jauh lebih mencintaimu.</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#353535"><span style="color: #9b9b9b;">Nyanyian sunyimu bukan berarti akhir sebuah pengharapan. Ketulusanmu kepada kemanusiaan akan tetap hidup, laksana kotak pandora yang semakin ke dalam maka semakin tak berujung.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #999999;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span><br />
<em>Diadaptasi dari penggalan tulisan Darmawan Sepriyossa pada koran Republika.</em><br />
<em>Foto dari kompas.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/ainun-habibie/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lelah</title>
		<link>http://www.elmoudy.com/lelah</link>
		<comments>http://www.elmoudy.com/lelah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 04:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elmoudy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inner Traveller]]></category>

		<category><![CDATA[lelah]]></category>

		<category><![CDATA[titik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.elmoudy.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Kutulis ini tidak dalam situasiku yang tepat. Aku yang terlalu banyak memaksakan, dan cenderung menyakiti diri sendiri. Sulitku untuk menetapkan bahwa jalanku telah cukup jauh, ataukah garis finishku yang justru mendekat. Seolah daya pancarku akan masa depan terlalu jauh, hingga menembus dimensi kefanaan. Lalu sedikit menelusup akan misteri di balik perwajahan yang sama sekali baru. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/05/lelah2.jpg" rel="lightbox[899]"  rel="lightbox-899"><img class="alignleft size-full wp-image-901" style="border: 0pt none; margin: 0px 7px;" title="lelah2" src="http://www.elmoudy.com/wp-content/uploads/2010/05/lelah2.jpg" alt="" width="269" height="380" /></a>Kutulis ini tidak dalam situasiku yang tepat. Aku yang terlalu banyak memaksakan, dan cenderung menyakiti diri sendiri. Sulitku untuk menetapkan bahwa jalanku telah cukup jauh, ataukah garis finishku yang justru mendekat. Seolah daya pancarku akan masa depan terlalu jauh, hingga menembus dimensi kefanaan. Lalu sedikit menelusup akan misteri di balik perwajahan yang sama sekali baru. Mereka menyebutnya, persinggahan kedua.</p>
<p>Aku tidak dalam situasiku. Aku terdorong ke samping saat ragaku ingin tegap berdiri. Sedikit lelahku yang mengabariku, bahwa tak ada gunanya atas semua yang telah teraih. Bukankah dalam sadar ini adalah pembalikan dari tidur yang melenakan. Dan kenapa harus ada rasa sakit dan cemas, saat semuanya akan usai dan berakhir pada kisah yang menjemukan. Terasa, tak ada passion yang patut dipertahankan. Biarkan semuanya meluruh seperti es batu yang sampai pada kondisi normalnya, tuk menjadi jati dirinya, air. Tak usah ada obsesi  yang pada hakekatnya adalah nafsu untuk menyakiti diri sendiri. Jadi, lepaskan saja</p>
<p>Cukuplah kukatakan, kalau ini memang sekedar lelah. Capek dalam menempuh perjalanan yang sebetulnya tidak terlalu jauh. Tapi kalau memang raga tak mampu menampung karma dan kutukan, apakah semuanya pantas dipaksakan. Sudahlah, waktu semakin senja dan perlulah membasuh kaki dan muka, untuk menjemput suara yang lirih itu. Aku cukup yakin, kalau malam akan membungkusku dengan mesra, dan pendaran cahaya rembulan akan menerangi lorong gelapnya. Dan disinilah persinggahan kedua akan membukakan pintu, lalu mempersilakanku masuk.</p>
<p>Memang aku telah kehabisan bekal untuk berpikir. Nutrisi otakku sudah terkuras saat kemarin kupaksakan untuk menjelajahi pinggiran langit. Yang tersisa hanyalah seonggok daging yang mulai menua. Walau ada satu wujud yang belum mampu kurengkuh, aku tak menyesal. Karena setiap inchi dari kisah petualangan itu, adalah harta paling berharga yang cukup untuk membuatku tersenyum.  Aku memang bukan apa-apa, dan akan terkesan dipaksakan kalau aku harus menjadi apa-apa. Biarlah semuanya menjadi apa adanya. Karena takdir sudah tertoreh di sini.</p>
<p>Aku, hampir sampai pada titiknya, walau bukan itu yang kuingin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.elmoudy.com/lelah/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
