Engkau

Ramadhan hari ketiga, menjelang berbuka puasa. Seperti biasa, aku masih aku yang terdahulu. Banyak sisi kemanusiaanku yang sulit kuredam. Aku masih saja sibuk bekerja, khawatir tentang masa depan, dan mudah hanyut dalam masa lalu. Tarikan batinku yang setiap saat mengingatkanku tentang Allah, seringkali aku abaikan. Siluet cahaya tentang dimensi yang lebih tinggi dan dalam.. enggan kuselami karena aku selalu berpikir bahwa aku belum cukup siap untuk bercengkerama denganNya. Kalau itu kupaksakan, aku khawatir diriku terjebak dengan keangkuhan diri, merasa lebih baik, lebih taqwa, dan khawatir merasa benar sendiri. Tapi atas ketidaksiapanku itu pula, aku melakukan kebodohan yang membuatku selalu berjarak denganNya. Kini, aku ingin menerobos egoku, merendahkan rasa, dan berusaha menetapkan eksistensiku pada jalan terang.. menemui Sang Kekasih.
………………………………………….

Yaa.. hingga detik ini, aku masih menganggapMu.. terkesampingkan. Aku tahu bahwa keberadaanku di dunia adalah mauMu, tapi aku terlalu mudah terjatuh dalam kelamnya dunia, sehingga sangat tebal kabut yang menghalangi pandanganku atasMu. Dunia yang Kauciptakan selaksana taman bermain buat kami.. para makhluk yang dengan senangnya bermain-main dengan dunia yang aneh ini. Aku mulai berhitung.. pada separuh waktu hidup yang terlewati ini, aku sepertinya belum melakukan apa-apa. Sisa umurku yang pastilah akan cepat habis.. tak tahu harus kupakai untuk apa.

Aku tahu Kau selalu melihatku dengan cermat, mengamati setiap gerak-gerik batinku yang kacau.. sesekali Kau menyentuh dan mengusap-usap kepalaku dengan lembut. Dan dekapanMu waktu itu benar-benar membuatku hangat dan nyaman.  Aku seperti sedang  menyinggahi  surgaMu.. saat kilauan bintang-bintang menerobos malam, membawaku pada suasana yang tenang dan mendamaikan. Engkau lalu mendekatiku, menatapku dengan teduh dan seolah Kau berbisik, “Aku ada disini, di dalam hatimu”.

Sejak saat itulah, aku yakin dan berjanji untuk selalu merasakan dimana Engkau ada. Rasa itu begitu dalam.. dan aku tak pernah ingin kehilangan rasa itu sedetik pun.  Aku selalu mengatakan dalam benakku bahwa hanya Engkaulah aku bisa bahagia. Hanya Engkau, bukan yang lain – yang menjadikan hidup ini menjadi bermakna. Engkaulah yang mencintaiku. CintaMu melebihi segala yang tampak di dunia ini. Dan itu adalah syahadatku, sumpahku, Engkau adalah segalanya.

Lalu, bayang-bayang dunia yang penuh keanehan itu datang dan mengepung sekelilingku. Tumpahan debu-debu kotor dan menyesakkan dada memenuhi seisi ruangan hidupku. Aku berusaha berpegang kuat pada jalanMu, tapi tanganku terlalu lemah dan jiwaku terkoyak hebat oleh terjangan badai panas yang datang entah darimana. Dunia, tempat kedua kakiku berpijak ini, membuatku kelelahan.  Tak berapa lama.. aku kehilanganMu.

Aku memang  harus pergi ke ladang, mencangkul, mengejar dunia yang memang harus kukejar. Karena aku perlu makan, minum, perlu uang untuk beli ini itu.. dan aku pusing kalau ternyata semuanya itu tak pernah ada akhirnya. Belum lagi aku harus berkonfrontasi dengan sesama hanya gara-gara selembar kertas uang, bersitegang dengan sesama hanya untuk mempertahankan harga diri, marah dan iri hanya karena persoalan posisi, jabatan ataupun kekuasaan. Walau aku tahu itu tak ada enaknya, tapi kenapa masih saja itu mengganggu kenyamananku. Aku sudah berusaha untuk tidak peduli dengan kesemrawutan ini, tapi aku sudah terjebak didalamnya, dan sulit bagiku keluar darinya – kecuali mati.

Yakinku akan keberadaanMu..sehingga aku tak pernah bosan untuk melangkahkan kaki menujuMu, mencari dimanakah Engkau kini. Sekian lamanya aku melatih rasa jiwa, mempertajam mata hati – untuk membaca setiap ayat-ayat yang Kau tebar di muka bumi. Aku yakin, ayat-ayat yang kauperlihatkan itu adalah caraMu agar aku bisa menemukanMu. Tapi masih saja jiwaku mudah goyah dan kusut sehingga apa yang terbaca olehku adalah kepalsuan yang justru menyesatkan. Mata hatiku tenggelam dalam kesombongan dan ego yang serakah.. sehingga semua yang hadir di depanku berubah semacam manisan yang sekilas tampak menggoda.. tapi kenyataannya itu adalah racun yang membunuh jiwa pelan-pelan. Hingga saat ini… aku pun masih kehilanganMu.

46 pesan “Engkau

  1. Sebagai mahluk Sang Pencipta kita harus membekali diri dengan berbagai ilmu dan mental prima, tetapi bekal yang paling utama adalah iman dan taqwa, yang akan membentengi diri kita dari hal-hal yang akan menjerumuskan diri kita dalam perbuatan-perbuatan yg tidak di ridhoi ALLAH, jalannya salah satunya dengan berpuasa di bulan Ramadhon ini, trims ya ?

  2. Selamat berpuasa ya Mod.
    Kepasrahan dan ikhlas mudah2an bisa membawa lu semakin dekat dengan Tuhan. Mudah2an masalah-masalah yang terasa membebani bisa hilang perlahan-lahan. Kuncinya hanya satu : Ikhlas.

  3. MAAFKAN, bila ada yang khilaf dan terlupakan. Selamat menunaikan ibadah puasa dengan penuh keyakinan akan mendapatkan Berkah-NYA. :()
    SALAM Hormat dari kota Kendari, Sultra. :)

  4. Assalaamu’alaikum Elmoudy

    Saya kembali menyatu diri di dunia maya dalam keberkatan Ramadhan yang mulia ini setelah menghilang diri di maya atas musibah yang menimpa.

    Semoga kehadiran Ramadhan ini akan menyambung kembali silaturahmi kita.

    Blog dulu sudah terhapus dan kini saya kembali dengan blog baru yang berwajah serupa:

    http://webctfatimah.wordpress.com/

    Salam Ramadhan yang mulia dan salam mesra dari saya di Sarawak, Malaysia.

  5. Kadang pekerjaan membuat kita secepat mungkin mengerjakan hal yang wajib saat kita bersujud dan mencoba memahaminya…namun kita perlu keseimbangan dalam hidup ini. Pada kenyataannya jika semakin dekat dengan Nya, hidup kita juga makin mudah, karena Dia Maha Mendengar dan Maha Pengasih.

  6. Assalamualaikum Bang Moudy…

    Dia selalu setia menunggu kehadiran kita di sisiNYA, berlari ke dalam pelukanNYA…Meski seringnya hanya semangat yang menggebu tapi terhenti pada langkah pertama, dan kemudian menguap di telan angin dunia…Duh betapa sebenarnya diri kita sangat membutuhkanNYA, namun kerap kali diri kita begitu sangat lemah tuk meraih CINTA NYA…

  7. Doh ama kalimat ini “aku masih aku yang terdahulu. Banyak sisi kemanusiaanku yang sulit kuredam. Aku masih saja sibuk bekerja, khawatir tentang masa depan, dan mudah hanyut dalam masa lalu. dan semua yang hadir di depanku berubah semacam manisan yang sekilas tampak menggoda.. tapi kenyataannya itu adalah racun yang membunuh jiwa pelan-pelan. Hingga saat ini… aku pun masih kehilanganMu.”
    mengena banget… deeeppp…duallem

  8. Elmoudy harus banyak memperoleh pencerahan rupanya. Tapi tetep saya yakin bahwa akan tiba waktunya setiap manusia memperoleh hidayah. Sehingga kita, manusia, sadar bahwa sesungguhnya kita bukan apa-apa dan bukan pula siapa-siapa selain menjadi hamba-Nya.

  9. cuma mau ngucapin met menjalankan ibadah puasa saja. semoga puasa kita dinilai sebagai amal ibadah dan tidak hanya mendapat haus dan lapar belaka

  10. tak terasa puasa ini telah seminggu dialani, akan kah kita masih bisa merasakan puasa di esok hari?semoga puasa puasa yang telah kita jalani kemarin dinilai sebagai amal ibadah oleh Allah

  11. imauuuuwww..

    maaf aku baru datang di hari ke 8 di Ramadhan ini.

    sedih bacanya..

    imauw,..

    ALLAH selalu ada dan tidak pernah meninggalkan kita pun dirimu,DIA ada didekatmu,sangat dekat,DIA tidak pernah letih menjagamu,dan tak pernah melupakanmu.

    aku harus bilang apa?

    keikhlasan dan rasa syukur mungkin itu bisa membuat imauw lega.

    **peluk imauw erat..**

  12. Gelisah dalam mengingat Nya, kadang timbulkan takut dan cemas. Semoga banyak perbuatan perbuatan kita yang mengarah kepada kebajikan sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Nya. Salam saya. .

  13. Saatnya manusia kembali pada sang Khalik, bukan cuma setelah mengalami masalah baru mencari dan berdoa kepada Tuhan. Ingatlah hidup ini singkat. Tidak ada yang bisa mempertahankannya lebih lama. Mati hidup berada di tangan Nya. Berserah dan tawakal merupakan hal penting agar Tuhan turun tangan untuk menurunkan berkah dan anugrah Nya.. Amin

    Bali Wedding Bali Weddings

  14. Penjabarannya sangat luar biasa. Membaca tulisan diatas seperti menampar diriku sendiri. Dan itu bisa menjadi gambaran diriku yang sebenarnya. Ingin menuju kepada hidayah MU, tetapi selalu rapuh dengan fatamorgana dunia. Ingin bangkit, tetapi kembali jatuh dan jatuh lagi. Sampai kapan? Aku juga tidak tahu.

  15. Udah lama nggak berkunjung ke sini, eh ketemu jiwa yang sedang gelisah.

    Gelisah itu baik… tandanya dirimu telah merasakan bahwa ada masalah, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Tindaklanjuti ya dengan mencari ilmu sebanyak-banyaknya agar matamu terbuka : lihatlah, Dia ada di mana-mana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

+ 8 = 10