delete
Kelam Yang Semakin Kelam
Kelam Yang Semakin Kelam... Huuhh.. hari-hari terasa sangat berat. Sebetulnya bukanlah apa-apa, tapi satu yang bisa kusimpulkan – ada yang salah dengan diriku. Tak seharusnya aku terlalu serius dengan apa yang mengisi ruangan batinku. Tak seharusnya pula aku terlalu berlama-lama untuk tenggelam dalam suasana yang sedikit asing....
delete
Kala Penyair Mati
Kala Penyair Mati... Hasratku untuk menelusuri perjalanan si penyair membawaku pada suatu malam yang terlalu kelam untuk dilukiskan. Aku coba meraba, dimanakah suara si penyair yang pada tiap tengah malam mengumandangkan sumpah-sumpah kesunyian. Aku mencium bau anyir darahnya.. dan menangkap pertanda akan hadirnya peristiwa...
delete
Kenapa Cinta
Kenapa Cinta... Suatu malam, Kahlil Gibran bertamu ke rumah khayalanku. Ia beralis tebal, matanya sedikit cekung, memakai topi dan baju khas seorang Libanon yang baru saja melewati hutan Cedar. Sempat aku terheran, siapa lelaki ini? Lalu angin malam langsung menyambar tanyaku, dan mengatakan kalau itu adalah Gibran...