delete
Kenapa Cinta
Kenapa Cinta... Suatu malam, Kahlil Gibran bertamu ke rumah khayalanku. Ia beralis tebal, matanya sedikit cekung, memakai topi dan baju khas seorang Libanon yang baru saja melewati hutan Cedar. Sempat aku terheran, siapa lelaki ini? Lalu angin malam langsung menyambar tanyaku, dan mengatakan kalau itu adalah Gibran...
delete
Ziarah Cinta 2 : Hilangnya Antusiasme
Ziarah Cinta 2 : Hilangnya Antusiasme... Weekend yang melompong. Malas bergerak, otak vakum, dan yaaa… seadanya. Lalu, sengaja mataku kuarahkan pada rak buku, dan tampak buku yang kubeli beberapa bulan yang lalu. The Eleven Minutes, Paulo Coelho. Kubaca lagi… sebuah cacatan harian seorang perempuan bernama Maria. “Hari ini ketika aku...
delete
Visi Awal Keberhasilan
Visi Awal Keberhasilan... Orang sering meremehkan orang tua. Buat saya, mereka membuka sudut pandang saya lebih luas. Orang melihat bebatuan yang tak berguna. Saya melihat landasan yang kuat. Orang bilang tidak ada yang mau kesini. Saya yakin mereka mau. Karena saya bisa melihat. Bagaimana tempat ini nanti. Visi awal keberhasilan. Surya...
delete
Kamu kamulah surgaku
Kamu kamulah surgaku... Untuk kesekian kalinya, Xulian lepas kendali. Dia sudah kehilangan nalar sehatnya, tatkala angin mulai menerbangkan tubuhnya. Apa yang telah ia niatkan, saat ini benar-benar terjadi. Xulian tetap ingin menemui Nizar Kailani. Walaupun hukum alam telah mentasbihkan, bahwa Xulian tidak boleh menyentuh...
delete
Bidadari Kesunyian
Bidadari Kesunyian... Nizar Kailani. Panggil saja namanya Nizar. Terkesan agak maskulin, sedikit feminim. Seorang perempuan yang datang secara tak tepat pada seorang anak laki-laki bernama Xulian.  Pertemuan diantara mereka yang singkat, pada sebuah kastil di sebuah perkampungan kecil – menyisakan sengatan rasa pada jiwa...
delete
Ziarah Cinta : Menelusuri Jejak Sang Pencari
Ziarah Cinta : Menelusuri Jejak Sang Pen... Kali ini, aku membaca buku diary seorang perempuan bernama Maria. Buku ini kuperoleh secara tak sengaja,  tergeletak di Gramedia, beberapa waktu yang lalu saat menghabiskan waktu -  sekedar untuk menunggu jam tayang film di XXI. Dan beginilah kisahnya…. “Roller Coaster, seperti inilah hidupku....
delete
Refleksi 29 : dalam Sebuah Titik Nadir
Refleksi 29 : dalam Sebuah Titik Nadir... Konon dahulu kala, lahirlah seorang bayi di sebuah perkampungan kecil nan sepi. Tepatnya 29 tahun yang silam. Bayi itu tak jauh beda dengan bayi yang lain. Ia menangis, merengek, tertidur pulas, kemudian menangis lagi. Entah apa yang ia rencanakan saat pertama kali hadir di muka bumi ini. Yang pasti,...
delete
Pergilah ke mana Hati Membawamu
Pergilah ke mana Hati Membawamu... Beberapa hari ini, ada dorongan dari dalam yang mengarahkanku untuk bersikap lebih halus dan fenimin. Hingga suatu pagi, aku coba bongkar-bongkar tumpukan buku yang ada di pojok ruangan rumahku. Dan kutemukan buku novelnya Susanna Tamaro - yang terakhir aku baca 7 tahun yang silam. Ada beberapa kutipan...
delete
Merasakan Makna
Merasakan Makna... Sepanjang perjalanan ini, apa yang tampak di sekitar kita serasa biasa saja. Tak ada yang spesial.. bahkan kerap kali berlalu begitu saja. Rutinitas adalah sebab pertama, kenapa hidup ini tidak terlalu mengesankan. Hidup ini sepertinya sudah given, manusia tinggal menapaki jalanan yang ada. Semakin lama,...
delete
Ketika Cinta Bertasbih
Ketika Cinta Bertasbih... Dalam kesendirian malam, jiwaku mulai lelah menyangga beban Ingin rasa melepas segala yang bergelayut Menundukkan kepala memejam mata Mulai menerawang di kedalaman batin Bertuturlah Cinta mengucap Satu nama seindah goresan sabda Mu dalam kitabku Cinta telah bertutur lewat sunyi Engkau hadir lewat seluet...