dark

myDark Angel

Aku mengembara jauh hingga waktu merobek celah keabadianku. Perjalanan yang seharusnya teramat panjang, dan menghabiskan waktu sangat lama, seolah hanya serasa di satu kedipan. Aku tak begitu yakin, bahwa kehidupan begitu mudahnya untuk dilalui. Dan jauh dari pandangan itu, pun aku tak begitu yakin bahwa rasa sakitku telah hilang dengan sendirinya. Aku coba memejamkan mata dan hanyut dalam atmosfer kegelapanku,

Continue reading »

Pertanda Aku

Mulai kusadari pada persinggahan yang hampir usai…bahwa hakekat aku bukanlah semacam kulit tipis yang membungkus raga, atau susunan organ tubuh yang menyatu dengan sendirinya. Aku, dengan segala keakuanku adalah ruang persemayaman bagi makna yang mengalir dengan lembut dan teramat halus. Jikalau ada rintihan yang menyayat atau lolongan serigala di tengah malam, maka itu bukanlah aku. Tapi suara-suara malam itu bisa

Continue reading »

Simulacrum : Darkshines

Pada suatu waktu yang tidak ditentukan, tampaklah sebutir debu yang melayang-layang terlepas dari tubuh induknya. Sebutir debu itu melayang-layang seperti diterbangkan angin misterius yang teramat lembut..menyelimuti dan mendekapnya hangat.. terus saja melayang meninggi dan teruss… menjauh dari asalnya. Pada putaran waktu yang masih belum ditentukan, tiba-tiba ia sadari bahwa keberadaannya telah terlalu jauh..sangat jauh.. dan sampailah ia di suatu ruang

Continue reading »

Simulacrum : Shrinking Universe

Simulacrum 1 : Seketika kulesatkan tubuhku naik ke angkasa menembus segala kegelapan.. menghampiri satu bintang. Beberapa saat kutatap dalam.. dan segera kuayunkan tanganku..menggenggam satu bintang itu dengan perlahan. Ada sedikit rasa  takut dan ragu, kalau-kalau ada reaksi mengejutkan darinya. Tak ada reaksi.. ia diam.. dan lambat laun satu bintang itu ada di dalam telapak tanganku. Jari-jari tanganku mulai kutelengkupkan dan

Continue reading »

Semilir Angin

Xulian mulai melihat jasadnya terbaring lunglai dalam dataran terendah, menyetubuhi harumnya bumi. Tak tahu lagi apa yang musti dilakukannya.. tahu-tahu seluruh unsur raganya sudah menyerupai warna keabadian. Ia coba untuk menyadari bahwa saat ini, dirinya adalah sehelai jiwa yang telah terlepas dari dahannya, dan melayang-layang bersama sahabatnya yang bernama angin. Ego dan sisi kebodohan dirinya sudah ia tanggalkan.. dan ia

Continue reading »

Kamu Aku

Untuk kesekian kalinya, Xulian lepas kendali. Dia sudah kehilangan nalar sehatnya, tatkala angin mulai menerbangkan tubuhnya. Apa yang telah ia niatkan, saat ini benar-benar terjadi. Xulian tetap ingin menemui Kreyza  Kailani. Walaupun hukum alam telah mentasbihkan, bahwa Xulian tidak boleh menyentuh sehelai rambut pun seorang perempuan yang bernama Kreyza Kailani. Tapi dasar Xulian, hasratnya yang menggebu menutupi matanya, nafsu  itu

Continue reading »

Bidadari Kesunyian

Kreyza Kailani. Panggil saja namanya Kreyza. Terkesan agak maskulin, sedikit feminim. Seorang perempuan yang datang secara tak tepat pada seorang anak laki-laki bernama Xulian.  Pertemuan diantara mereka yang singkat, pada sebuah kastil di sebuah perkampungan kecil – menyisakan sengatan rasa pada jiwa Xulian. Bagi Xulian, pertemuan itu mengingatkannya pada pertemuan sakral  antara dirinya dengan kehidupan, di saat dia terlahir ke

Continue reading »