delete
Pintu-pintu Ilmu Keilahian
Pintu-pintu Ilmu Keilahian Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya milik Allah Asma ul Husna. Maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut Asma ul Husna. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. <–klik gambar di bawah untuk perbesaran–> Ya Allah ya Allah ya Allah Segala puji bagiMu ya Allah Yang pertama…tanpa ada yang mengawali Yang terakhir…tanpa ada yang mengakhiri Yang...
delete
Lihat Kebunku
Lihat Kebunku Minggu pagi, dengan ditemani kopi jahe hangat. Aku buka lembaran koran Kompas yang tergeletak di teras rumah. Dan pada halaman 23, mataku tertuju pada sosok yang tak pernah hilang dari ingatanku, Gede Prama. Setiap kali membaca tulisan tentang Gede Prama, aku selalu membacanya lebih pelan dibanding tulisan-tulisan lainnya. Setiap kata yang mengalir darinya, membuat merinding dan ada getaran sangat halus yang langsung menelusup ke pusat hati. Tak ingin cepat-cepat selesai membaca, dan berusaha untuk bisa terus menyelami atmosfer keheningan pada sosok Gede Prama. Ingatanku pun...
delete
Tuhan Sedang Offline
Tuhan Sedang Offline Setengah tahun lebih aku berhenti menulis blog. Dulu, ketika aku berada dalam titik terendah dan terasa lapang untuk memikirkan perihal hal-hal mendasar dalam kehidupan, di sanalah aku punya cukup keterampilan dalam menulis. Dan dalam situasi yang seolah berasa seperti ada dalam dimensi kematian yang tenang, kutemukan sepercik api yang menyulutku untuk bangkit dan berjalan meninggalkan masa lalu. Lalu aku berlari lebih kencang, lebih keras mengejar ketertinggalan kereta kehidupan yang telah jauh meninggalkanku. Lalu entah kenapa, percikan api itu yang pada awalnya menjadi bahan...
delete
Tafsiran Tembang Lir Ilir
Tafsiran Tembang Lir Ilir Pagi-pagi, secara tidak sengaja kuputar lagu Kyai Kanjeng dengan vokalisnya Cak Nun (Emha Ainun Nadjib), tembang Lir-Ilir. Sayup-sayup lagu ini menelusup ke dalam sanubari dan menentramkan jiwa. Ada vibrasi halus yang tiba-tiba membawaku pada dimensi, kala Sunan Kalijaga menyanyikan lagu ini bareng dengan murid-muridnya. Kala itu, di sebuah dusun pedalaman yang sangat tentram jauh dari hiruk pikuk perpolitikan kerajaan, Sunan Kalijaga hidup damai sembari menyebarkan ajaran Islam yang sarat kelembutan. Kala itu, suasana pedalaman serasa dalam keberkahan : para petani bekerja...
delete
Pesan dari Hugo Cabret
Pesan dari Hugo Cabret Film ini telah berhasil memberiku pesan sederhana dalam memahami satu hal, sebuah alasan kenapa kita hadir di dunia ini. Alkisah Hugo Cabret, sosok anak kecil yang ditinggal kedua orang tuanya hidup sebatang kara di lorong sempit di atas bangunan stasiun kereta api. Selayaknya anak gelandangan yang tak seorang pun peduli saat dia sedang lapar, Hugo masih memiliki sedikit tujuan bagaimana hidup layak dijalani, di tengah himpitan sesak lalu lalang manusia yang datang dan pergi pada sebuah stasiun kereta api. Dalam kesendiriannya, Hugo lebih suka mengamati interaksi orang-orang...
delete
myDark Angel
myDark Angel Aku mengembara jauh hingga waktu merobek celah keabadianku. Perjalanan yang seharusnya teramat panjang, dan menghabiskan waktu sangat lama, seolah hanya serasa di satu kedipan. Aku tak begitu yakin, bahwa kehidupan begitu mudahnya untuk dilalui. Dan jauh dari pandangan itu, pun aku tak begitu yakin bahwa rasa sakitku telah hilang dengan sendirinya. Aku coba memejamkan mata dan hanyut dalam atmosfer kegelapanku, mencari dimanakah rasa sakit itu…dan aku hanya menemukan kesendirian yang menyesaki rongga dada. Aku tahu ini tidak akan ada akhirnya, dan setiap detik nafas yang...
delete
Tepi perbatasan, atau tepi pesimisme
Tepi perbatasan, atau tepi pesimisme Hingga malam ini, aku masih saja berada dalam situasi yang belum bisa kuyakini sepenuhnya. Selalu saja ada keraguan dalam menetapkan satu kepastian. Perihal peta jalan kehidupan yang benar-benar harus aku pilih. Beberapa hari yang lalu, di saat aku berada dalam tepian tapal batas antara Atambua dan Timur Leste, ada idealisme besar dimana aku terpanggil untuk turut serta menarik tegas garis lintas batas antara 2 negara itu, lalu membantu penghidupan warga perbatasan. welewhh… Kawasan perbatasan itu, dihuni ribuan warga yang minim air, listrik, jalan, dan makanan. Harusnya...
delete
Spekulasi Kecil
Spekulasi Kecil Semalem, 27 September 2011 pukul 20.30. Kusempatkan nonton acara Jakarta Lawyer Club dengan topik “Banggar” Dituduh, “Banggar” Mogok. Menarik, menegangkan, sekaligus menggelikan. Bagaimana tidak, banyak anggota DPR yang hadir di situ, dan terlihat merasa gerah n spanenk dengan diskusi itu. Perbincangan  yang mengarah pada tuduhan bahwa ‘mereka adalah biang koruptor’. Ya tapi itu wajar dan sangat bisa dimaklumi, mengingat seolah wibawa DPR dikoyak-koyak, dan seperti mau digiring masuk ke perangkap tikus. Wah ini permainan apa lagi… Gitu kira-kira yang ada di benak...
delete
Memulai Lagi
Memulai Lagi Aku harus mulai yakin lagi, bahwa tak ada yang lebih menyenangkan selain menulis blog. Dua bulan lamanya, aku seperti tak punya waktu untuk menyentuh blog ini, atau memulai  beberapa kata untuk sebuah tulisan.  Ada banyak keinginan sebetulnya terkait dengan proyek menulis, tapi kepenatan waktu dan pikiran ternyata membuat semuanya berjalan tanpa ada kemajuan yang berarti. Maksudku, aku selalu berkeinginan melatih ketrampilan menulis, tapi selalu gagal untuk aku pahami dengan baik. Dan aku memulainya lagi. Lalu setiap kali bermaksud membaca apa yang melintas di pikiranku untuk...
delete
Biola Tak Berdawai
Biola Tak Berdawai Tanpa dawai, bagaimanakah biola bisa bersuara? Biola bagaikan tubuh, dan suara itulah jiwanya – tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia yang membuatnya bersuara? Jiwa hanya bisa disuarakan lewat tubuh manusia, tetapi ketika tubuh manusia itu tidak mampu menjadi perantara yang mampu menjelmakan jiwa, tubuh itu bagaikan biola tak berdawai. Betapa lamanya waktu yang kita butuhkan untuk memahami jiwa : pernah dipuja sembari  merendahkan tubuh hingga melahirkan para pertapa. Jiwa dipinggirkan sembari memuja tubuh hingga melahirkan para peraga. Ada kalanya tubuh...