mengenang-perjuangan-yu-patmi2

Persembahan untuk Yu Patmi

Yu Patmi, Kami.. anak-anakmu tlah menyaksikan Dan siap lanjutkan perjuanganmu Yang tanpa lelah. Engkau panutan kami di Pati Yang tlah menjadi bunda bagi kami, Anak-anak pegunungan Kendeng. Engkau pahlawan kami Yang tak pernah surut Membela tanah air Penjaga tanah leluhur. Penyelamat pegunungan Kendeng Sampai titik darah penghabisan. Tanah Kendeng kami Yang jadi sumber kehidupan Sebagai bunda bumi yang mengasuh Kami

Continue reading »
kendeng-from-space-111

Pegunungan Kendeng from Space

Garis warna merah menunjukkan rute sepanjang pegunungan Kendeng, dengan rentangan kurang lebih 130 km, dimulai dari tapak yang berdekatan Makam Sunan Prawoto (Raja keempat Kerajaan Demak) di Sukolilo, Pati dan makam sesepuh agung kerajaan Pajang dan Mataram, Ki Ageng Selo di kecamatan Tawangharjo, Grobogan – terus bergerak ke timur melewati kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Tuban hingga ketemu kantor pabrik

Continue reading »
petani-kendeng

Puisi Petani Kendeng

Petani tua di pegunungan Kendeng Hanya ingin hidup damai Mereka hanya berharap Tempat hidupnya tak dirusak Mereka ingin mewarisi ke anak cucunya Sebidang sawah nan hijau Sawah mereka jaga hingga senja Agar tanahnya tetap basah Lahan mereka bajak dan tanami Agar semilir angin Menari-nari di hamparan pari Agar bisa menghasilkan panen Padi dan jagung untuk makan Untuk biaya sekolah anak-anaknya

Continue reading »
rakaat-panjang01

Rakaat Panjang bersama Cak Nun

11.11.2016. Persis pukul 11 malam, Cak Nun hadir di hadapan jama’ah Maiyah Kenduri Cinta yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Mengangkat judul Rakaat Panjang, hmm cukup menggelitik. Seolah ada tarikan kuat dengan frase Rakaat Panjang ini, seperti anjuran menulis kisah yang lebih seru dari tulisan tentang Mudik di atas Sajadah Panjang. Sebelum Cak Nun datang, jamaah berdiskusi dulu, sesi

Continue reading »
mudik-sajadah-panjang01

Mudik di atas Sajadah Panjang

Mataku hanya sanggup menerawang jauh, menembus ruang berjarak ratusan kilometer pada sebuah dusun kecil di Kabupaten Pati. Pagi, yang biasanya selepas sholat iedul Fitri berkumpul dengan emak, bapak, dan sedulur kabeh di desa Kalongan…mencium tangan mereka yang makin sepuh dan menatap raut wajahnya yang penuh welas asih – kini suasananya beda. Yap…lebaranku tertahan di sebuah dusun di ujung Kabupaten Bogor.

Continue reading »
masjid-pkalongan

Meresapi Kearifan Lokal di Pati

Beberapa hari yang lalu, tepatnya malam sebelum gerhana matahari total – saya berkunjung ke daerah asal, kampung halaman di Kabupaten Pati. Di sebuah pedesaan yang jauh dari kota, 17 kilometer dari selatan kota Pati. Di kampung tempat saya lahir inilah, saya belajar mengingati kembali, napak tilas kehidupan yang pernah ada 35 tahun yang lalu saat saya terlahir. Menemui sosok bapak

Continue reading »
point-break-slide

Point Break : Melewati Nyali

Film Point Break ini yang terbaik di tahun 2015. Film yang mengisahkan tentang aksi-aksi gila sekelompok komunitas olahraga ekstrim menaklukkan batas kenormalan, tapi juga kriminal. Mereka melakukan perampokan perusahaan berlian di Mumbay lalu memberikan semua hasilnya pada rakyat. Saat membajak pesawat yang penuh dengan uang dollar, lalu menyebarkan lewat udara kepada warga pedesaan di Meksiko. Mengambil setting di empat benua;

Continue reading »
wayang-potehi-22

Wayang Potehi: membaca putaran waktu

Han Gagas, ia seorang cerpenis, sastrawan. Hidupnya ia dedikasikan untuk menulis. Seorang kawan, Han Gagas namanya tak pernah berhenti membuat guratan dan hentakan. Peristiwa yang mendesing melewati telinganya dan mengusik batinnya selalu bisa dihadirkannya kembali ke dalam sebuah tulisan yang sarat dengan bumbu-bumbu getir, tajam, serasa ingin menjejalkan idealisme yang terbenam lama di dasar otaknya. Melalui gaya tutur yang orisinil,

Continue reading »
ronin

Resolusi (Perang) 2014: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Soekarno, 47 Ronin

Di akhir penghujung 2013 ada tiga film yang menghiasi layar bioskop, yaitu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Soekarno, dan 47 Ronin. Ketiga film ini menjadi menu penutup di tahun 2013, sehingga pantaslah kiranya ada beberapa pesan dan semangat yang patut dijadikan sumber inspirasi dalam menjalani resolusi 2014. Benang merah dari ketiga film itu terletak pada setting cerita yang menggambarkan situasi

Continue reading »
katak

Kodok yang Berlayar

Empat ekor kodok berjongkok di atas balok yang mengambang di tepi sungai. Tiba-tiba balok itu terseret arus dan mengalir terus. Kodok-kodok itu merasa sangat senang dan girang, karena mereka belum pernah berlayar sekali pun. Suatu saat kodok pertama membuka percakapan, ujarnya, “Balok ini sungguh mengagumkan. Ia bergerak seakan-akan hidup dan memiliki tujuan yang pasti. Tak ada balok seperti ini. Sungguh

Continue reading »