delete
Tepi perbatasan, atau tepi pesimisme
Tepi perbatasan, atau tepi pesimisme... Hingga malam ini, aku masih saja berada dalam situasi yang belum bisa kuyakini sepenuhnya. Selalu saja ada keraguan dalam menetapkan satu kepastian. Perihal peta jalan kehidupan yang benar-benar harus aku pilih. Beberapa hari yang lalu, di saat aku berada dalam tepian tapal batas antara Atambua dan Timur Leste, ada idealisme besar dimana aku terpanggil untuk turut serta menarik tegas garis lintas batas antara 2 negara itu, lalu membantu penghidupan warga perbatasan. welewhh… Kawasan perbatasan itu, dihuni ribuan warga yang minim air, listrik, jalan, dan makanan. Harusnya...
delete
Spekulasi Kecil
Spekulasi Kecil... Semalem, 27 September 2011 pukul 20.30. Kusempatkan nonton acara Jakarta Lawyer Club dengan topik “Banggar” Dituduh, “Banggar” Mogok. Menarik, menegangkan, sekaligus menggelikan. Bagaimana tidak, banyak anggota DPR yang hadir di situ, dan terlihat merasa gerah n spanenk dengan diskusi itu. Perbincangan  yang mengarah pada tuduhan bahwa ‘mereka adalah biang koruptor’. Ya tapi itu wajar dan sangat bisa dimaklumi, mengingat seolah wibawa DPR dikoyak-koyak, dan seperti mau digiring masuk ke perangkap tikus. Wah ini permainan apa lagi… Gitu kira-kira yang ada di benak...
delete
Memulai Lagi
Memulai Lagi... Aku harus mulai yakin lagi, bahwa tak ada yang lebih menyenangkan selain menulis blog. Dua bulan lamanya, aku seperti tak punya waktu untuk menyentuh blog ini, atau memulai  beberapa kata untuk sebuah tulisan.  Ada banyak keinginan sebetulnya terkait dengan proyek menulis, tapi kepenatan waktu dan pikiran ternyata membuat semuanya berjalan tanpa ada kemajuan yang berarti. Maksudku, aku selalu berkeinginan melatih ketrampilan menulis, tapi selalu gagal untuk aku pahami dengan baik. Dan aku memulainya lagi. Lalu setiap kali bermaksud membaca apa yang melintas di pikiranku untuk...
delete
Biola Tak Berdawai
Biola Tak Berdawai... Tanpa dawai, bagaimanakah biola bisa bersuara? Biola bagaikan tubuh, dan suara itulah jiwanya – tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia yang membuatnya bersuara? Jiwa hanya bisa disuarakan lewat tubuh manusia, tetapi ketika tubuh manusia itu tidak mampu menjadi perantara yang mampu menjelmakan jiwa, tubuh itu bagaikan biola tak berdawai. Betapa lamanya waktu yang kita butuhkan untuk memahami jiwa : pernah dipuja sembari  merendahkan tubuh hingga melahirkan para pertapa. Jiwa dipinggirkan sembari memuja tubuh hingga melahirkan para peraga. Ada kalanya tubuh...
delete
Keledai yang (ga terlalu) Malang
Keledai yang (ga terlalu) Malang... Terkisah di negeri dongeng yang agak populer tapi sedikit dilupakan, ada seekor keledai yang seperti biasa berjalan dengan santai dan gontai..sesekali berjingkrak sambil bernyanyi-nyanyi. Keledai yang penuh semangat.. penyabar.. murah senyum.. dan tentunya tetap dungu. Mungkin mirip dengan keledai..sahabatnya Shrek di film Shrek itu. Heey…kenapa keledai jadi bintang film juga? Sepertinya keledai dan Shrek akan terus bermain film sekuel yang ga ada abisnya. Ini terdengar sedikit aneh..kalau keledai itu sangat populer ternyata, tapi ya sudahlah. Aku sedikit kehilangan alur...
delete
Lelaki Penggenggam Hujan
Lelaki Penggenggam Hujan... Persia. Kuil Sistan, 625 Masehi. 1.386 th yang lalu. Kashva, seorang pengikut setia ajaran Zarathustra adalah lelaki di ujung usia dua puluhan yang memiliki jiwa sebebas burung-burung. Imajinasinya menyentuh langit, sapuan tintanya sedalam palung samudera. Hatinya lembut oleh kasih, tetapi sikapnya kadang sekeras logam yang paling keras. Nama Kashva masyhur ke pelosok Persia dan menembus negeri-negeri jauh. Julukan indah dihadiahkan kepada sang pemuda diamini oleh rakyat Persia. Sang Pemindai Surga, demikian ia dikenal dan dikenang. Bukan hanya karena dipercaya oleh Raja Persia...
delete
Waktu Bagaikan Pedang
Waktu Bagaikan Pedang... Kecerdasan seperti apakah yang mampu berkelit dari libasan waktu. Kekuatan macam apakah yang mampu mematahkan libasan waktu. Kebijaksanaan manakah yang sanggup menghentikan libasan waktu. Waktu..tak pernah mau memberi kesempatan cukup pada kita, untuk bisa tidur tenang lalu terbangun dengan santai. Secepat itukah waktu menelan keseharian kita. Secepat itukah waktu menggerus masa muda kita. Sekejam itukah waktu memaksa kita untuk mengakhiri petualangan masa kanak-kanak kita. Dan tiba-tiba usia kita tinggal separuh..atau malah tinggal seperempatnya mungkin. Dimanakah kita saat...
delete
Tron : Legacy
Tron : Legacy... Grid. Sebuah perbatasan digital. Aku mencoba menggambarkan arus bit informasi yang bergerak pada layar komputer. Seperti apakah mereka? Kapal..sepeda motor. Dengan sirkuit seperti jalan raya yang bebas hambatan. Aku terus memimpikan dunia yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Dan kemudian, pada suatu hari…aku masuk ke dalamnya. Grid. Sebuah lingkungan virtual dimana saat aku masuk ke dalamnya terasa gelap, kelam, mendung.. dengan pendaran-pendaran neon biru laut yang terang, kilauan sinar laser yang futuristik dan spektakuler. Yang mana ada sebuah permainan..tepatnya...
delete
Megalomania
Megalomania... Pada sebuah negeri tempat bersarangnya para megalomania terkisah dongeng yang sarat dengan pesan moral yang kurang bermoral. Gajah oleng. Begitulah aku mendapat sebutan. Aku binatang yang tak suka digigit apalagi dicubit. Aku binatang yang bertubuh besar, dengan mimpi besar dan bermulut besar. Walau pada kenyataannya aku bermata sipit, santun, penuh iba, dan memelas. Aku memegang kendali atas apa yang pantas terjadi di hutan belantaraku. Karena akulah penguasa, aku diakui dengan segala wibawaku sebagai pemimpin yang tak tertandingi. Aku cerdik, pandai, dan ganteng. Karena hidungku...
delete
Totem
Totem... Sore ini..aku masih terbayang dengan beberapa kilasan memori semalam, yang mengingatkanku dengan salah satu obyek sederhana dalam film Inception, sebuah benda kecil yang disebut dengan totem. Aku menatap beberapa lama gambar totem yang biasa dipegang oleh Dominic Cobb. Cobb menjadikan totem berbentuk gasingan kecil itu sebagai alat semacam alarm untuk membedakan apakah dirinya masih berada di alam mimpi ataukah sudah berada di alam nyata. Cobb, begitu serius ketika mengamati putaran gasing kecilnya itu, dan menunggu beberapa lama hingga totem itu berputar goyah dan berharap...